• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Daerah

Dugaan Keracunan Usai Hari Santri di Deli Serdang, 40 Santri dan Guru Ponpes Mazilah Dirawat

pujo by pujo
24 Oktober 2026
in Daerah
0
Dugaan Keracunan Usai Hari Santri di Deli Serdang, 40 Santri dan Guru Ponpes Mazilah Dirawat

Para santri yang menyusul mengeluhkan gejala yang sama seperti yang dialami oleh teman-teman dan guru mereka sebelumnya

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

DELI SERDANG — Dugaan keracunan yang dialami para santri setelah mengikuti peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Deli Serdang pada Kamis (22/10/2026) masih menyisakan sejumlah persoalan. Selain penanganan medis terhadap para korban, kejelasan tanggung jawab biaya pengobatan dan penyebab gangguan kesehatan tersebut juga menjadi perhatian pihak pesantren.

Pimpinan Pondok Pesantren Mazilah Darussalam, Ustad Dahrul Yusuf, menyampaikan bahwa hingga Sabtu (24/10/2026) siang, jumlah santri dan guru dari pesantrennya yang menjalani perawatan mencapai 40 orang.

Dalam pesan yang diterima wartawan, Dahrul mengabarkan empat pasien tambahan masuk ke Rumah Sakit Haji sekitar pukul 12.20 WIB. Dengan tambahan tersebut, seluruh pasien dari rombongan Ponpes Mazilah Darussalam dilaporkan menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

“Assalamualaikum, informasi terkini, masuk lagi 4 orang dari Ponpes Mazilah ke RS Haji pukul 12.20, jadi total semua 40 santri dan guru, semua di RS Haji, mohon doanya agar tidak terjadi yang negatif,” tulis Dahrul.

Sebelumnya, Dahrul menuturkan bahwa para santri mulai mengeluhkan mulas dan kondisi tubuh yang tidak nyaman pada Kamis petang, sekitar waktu Magrib. Namun, pihak pengasuh baru mengetahui kondisi tersebut pada Jumat pagi, ketika para santri tidak hadir di masjid untuk melaksanakan salat Subuh.

Setelah dilakukan pengecekan, sejumlah santri ditemukan terbaring dalam kondisi lemah. Mereka kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

Kondisi Santri Daarul Syifaa Dilaporkan Membaik

Perkembangan kondisi santri juga disampaikan pemilik Pondok Pesantren Daarul Syifaa, Ustad Adil Akhyar, SH, LLM, PhD.

Menurut Adil, kondisi para santrinya sejauh ini mulai membaik setelah diberikan air kelapa muda.

“Alhamdulillah karena cepat kita beri air kelapa muda, kondisi santri sudah mulai membaik,” ujar Adil dalam pesan kepada wartawan.

Meski demikian, belum diperoleh keterangan lebih lanjut mengenai jumlah santri Daarul Syifaa yang mengalami gangguan kesehatan, gejala yang dialami, maupun apakah mereka juga mendapatkan pemeriksaan medis.

Adil juga menyampaikan bahwa hingga saat ia memberikan keterangan, belum ada pihak Pemerintah Kabupaten Deli Serdang yang datang menemui pihak pesantrennya.

Ia berharap pemerintah tidak sekadar datang melihat kondisi para santri, tetapi turut memberikan bantuan nyata untuk mendukung pemulihan mereka.

“Kalau datang cuma mau lihat saja buat apa, Bang? Bantulah biaya rehabilitasi santri terhadap kondisi ini,” ujarnya.

Adil menambahkan, sejauh ini pihak pesantren belum memberi tahu orang tua para santri mengenai kejadian tersebut. Menurutnya, langkah itu diambil agar orang tua tidak panik, sementara pihak pesantren berupaya menangani kondisi anak-anak didiknya.

Keterangan dari Daarul Syifaa tersebut menunjukkan bahwa perkembangan korban di pesantren lain masih perlu ditelusuri. Karena jumlah santri yang mengalami keluhan di Daarul Syifaa belum diketahui, angka 40 orang yang disampaikan Ustad Dahrul Yusuf belum dapat dipastikan sebagai jumlah keseluruhan korban dari semua pesantren yang mengikuti kegiatan Hari Santri.

Makan Siang dalam Kegiatan Hari Santri Disorot

Dahrul sebelumnya menjelaskan bahwa dirinya bersama rombongan berangkat menuju Kantor Bupati Deli Serdang sekitar pukul 06.00 WIB pada Kamis (22/10/2026).

Menurut perkiraannya, sekitar 70 pondok pesantren mengikuti kegiatan tersebut. Sekitar pukul 12.00 WIB, para peserta mendapatkan makan siang yang, menurut keterangannya, disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Deli Serdang.

Dahrul mengatakan bahwa para santrinya tidak mengonsumsi makanan lain setelah berangkat dari pesantren selain makanan yang mereka terima dalam kegiatan tersebut.

Ia juga menyoroti kondisi lauk ikan nila yang menurut keterangannya berlendir dan sedikit mengeluarkan bau tidak sedap. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar kecurigaannya terhadap makanan yang dikonsumsi para santri.

Dahrul mengaku sempat menanyakan melalui grup WhatsApp pengurus pesantren apakah ada santri dari lembaga lain yang mengalami gejala serupa. Menurut dia, sejumlah pengurus kemudian menyampaikan bahwa anak-anak didik mereka juga mengalami keluhan kesehatan yang kurang lebih sama.

Namun, dugaan keterkaitan antara makanan yang disajikan dalam kegiatan Hari Santri dan gangguan kesehatan para santri masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Hingga berita ini disusun, belum diperoleh hasil pemeriksaan laboratorium yang memastikan penyebab kejadian.

Janji Tanggung Jawab Biaya Pengobatan Belum Terperinci

Dahrul sebelumnya menyampaikan bahwa pihak Pemkab Deli Serdang dan Kantor Kementerian Agama setempat telah datang menemuinya untuk meminta maaf dan membicarakan tanggung jawab atas kejadian tersebut.

Menurut Dahrul, seseorang yang mengaku mewakili Pemkab Deli Serdang dari bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), tetapi tidak diketahui namanya, sempat membisikkan sesuatu kepada utusan Kementerian Agama yang menurutnya bernama Qodri.

Setelah itu, Qodri disebut memeluk Dahrul dan menyampaikan bahwa biaya pengobatan akan ditanggung bersama.

“Nanti mengenai biaya kita tanggung bersama,” demikian perkataan yang diingat Dahrul dari utusan tersebut.

Namun, Dahrul mengatakan tidak mendapat penjelasan lebih lanjut mengenai rincian biaya yang dimaksud, termasuk mekanisme pembayaran dan pembagian tanggung jawab masing-masing pihak.

Ia menyatakan akan menunggu hingga proses pengobatan para santri dan guru selesai sebelum menunjukkan kuitansi pembayaran kepada pihak yang sebelumnya datang menemuinya.

“Kita lihat saja nanti, setelah perobatan selesai, akan saya tunjukkan kuitansi pembayaran pada mereka, dan melihat apa tanggung jawab yang akan mereka berikan. Kalau mereka tidak memberi kontribusi apa-apa, akan saya ributi,” ujar Dahrul.

Sementara itu terpisah, Adil Akhyar menyampaikan bahwa hingga saat ia memberikan keterangan, belum ada pihak Pemkab Deli Serdang yang datang ke Daarul Syifaa. Ia berharap pemerintah memberikan bantuan nyata untuk pemulihan para santri yang terdampak.

Perbedaan keterangan mengenai kunjungan tersebut perlu diperjelas melalui konfirmasi langsung kepada pihak pemerintah. Kunjungan yang disebut Dahrul ke pesantrennya tidak serta-merta membuktikan bahwa pihak pemerintah juga telah mendatangi Daarul Syifaa.

Pemkab Deli Serdang Perlu Memberikan Penjelasan

Hingga berita ini disusun, konfirmasi langsung dari Pemkab Deli Serdang mengenai dugaan keracunan, penanganan para korban, dan bentuk tanggung jawab biaya pengobatan belum diperoleh.

Keterangan resmi dari pihak Kementerian Agama juga masih diperlukan untuk memperjelas identitas perwakilan yang disebut hadir serta tindak lanjut yang akan dilakukan.

Selain persoalan biaya, penyebab gangguan kesehatan para santri dan guru perlu dipastikan melalui pemeriksaan medis dan pengujian makanan oleh instansi berwenang apabila diperlukan.

Penelusuran lebih lanjut juga dibutuhkan untuk memastikan jumlah keseluruhan korban dari berbagai pesantren, kondisi terkini mereka, sumber makanan yang dikonsumsi, serta langkah evaluasi terhadap penyediaan konsumsi dalam kegiatan Hari Santri.

Di tengah upaya mengungkap penyebab kejadian, keselamatan dan pemulihan para santri serta guru yang terdampak tetap menjadi prioritas.

Views: 73
Tags: Hari Santri Nasional 2026
Previous Post

Paul J.J. Tambunan Bantah Kesimpulan Sepihak dalam Somasi Dana Rp11,35 Miliar, Minta Klarifikasi dan Bukti Transaksi

Next Post

Pemprov Papua Selatan Siapkan Koordinasi Lintas Dinas untuk Kembangkan Hilirisasi Sagu

pujo

pujo

Next Post
Pemprov Papua Selatan Siapkan Koordinasi Lintas Dinas untuk Kembangkan Hilirisasi Sagu

Pemprov Papua Selatan Siapkan Koordinasi Lintas Dinas untuk Kembangkan Hilirisasi Sagu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.