• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Daerah

Pemprov Papua Selatan Siapkan Koordinasi Lintas Dinas untuk Kembangkan Hilirisasi Sagu

W D by W D
24 Oktober 2026
in Daerah, Ekonomi
0
Pemprov Papua Selatan Siapkan Koordinasi Lintas Dinas untuk Kembangkan Hilirisasi Sagu
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORANNUSANTARA.ID | MERAUKE — Pemerintah Provinsi Papua Selatan mendorong pengembangan sagu melalui penguatan pengolahan hasil, pemasaran, dan pemberdayaan masyarakat. Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan Wakil Gubernur Papua Selatan Pascalis Imadawa dengan Guru Besar IPB University Prof. M.H. Bintoro dan Tim Sagu Ekspedisi Patriot IPB University di Kawasan Transmigrasi Salor, Merauke.

Pertemuan tersebut menitikberatkan pada upaya menjadikan sagu sebagai komoditas yang mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Pembahasan mencakup pengembangan produk turunan, peningkatan kapasitas pengolahan, penguatan akses pasar, serta integrasi program ke dalam perencanaan pembangunan daerah.

Prof. M.H. Bintoro menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi hutan sagu sekitar 5,5 juta hektare, dengan sebagian besar berada di wilayah Papua. Kekayaan sumber daya tersebut dinilai menjadi modal penting untuk membangun kemandirian pangan sekaligus mengembangkan usaha berbasis komoditas lokal.

Menurutnya, pemanfaatan sagu perlu didukung pengelolaan yang produktif dan berkelanjutan. Selain menjadi sumber pangan, sagu berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk olahan yang memiliki nilai tambah dan membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.

Dalam kesempatan itu, Tim Sagu Ekspedisi Patriot IPB University memaparkan kegiatan pendampingan yang mencakup budidaya, pemanfaatan limbah, pemasaran, penguatan sumber daya manusia, serta diversifikasi produk. Pada sektor budidaya, tim mengembangkan pembibitan sagu yang dipadukan dengan pemeliharaan ikan lele.

Ampas sagu juga dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti bahan kompos hortikultura, pakan ternak, dan media budidaya jamur tiram serta jamur merang. Pemanfaatan hasil samping tersebut diarahkan untuk mengurangi limbah sekaligus menciptakan peluang ekonomi tambahan.

Pada aspek pemasaran, tim mendorong pembentukan rantai pasok lokal melalui kegiatan business matching yang mempertemukan kelompok pengolah sagu, pelaku UMKM, dan calon pembeli. Pendekatan ini diharapkan membantu masyarakat memperluas akses pasar dan meningkatkan keberlanjutan usaha pengolahan sagu.

Pendampingan juga dilakukan untuk memperkuat kapasitas guru dan penyuluh pertanian dalam mengenalkan konservasi serta budidaya sagu. Sementara itu, masyarakat Kampung Tambat didampingi mengembangkan produk turunan, antara lain mi sagu, beras sagu, gula cair sagu bermerek Sagula, dan makanan beku berbahan dasar sagu.

Tim turut menyampaikan sejumlah kebutuhan berdasarkan hasil pendampingan di lapangan, termasuk ketepatan distribusi bibit sagu dan ketersediaan mesin pengolahan. Dukungan sarana produksi dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas pengolahan dan memperluas jenis produk yang dapat dihasilkan masyarakat.

Wakil Gubernur Papua Selatan Pascalis Imadawa menyambut baik program tersebut dan menegaskan pentingnya pengembangan sagu yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat serta pelestarian lingkungan. Pemerintah daerah selanjutnya akan mengoordinasikan pembahasan teknis bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Ketahanan Pangan.

Koordinasi lintas perangkat daerah tersebut akan diarahkan untuk menyusun proposal dan perencanaan tertulis mengenai pengembangan hilirisasi sagu, termasuk aspek perizinan produk olahan. Program itu juga akan dibahas untuk diintegrasikan ke dalam perencanaan dan penganggaran daerah sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Melalui kerja sama antara pemerintah daerah, IPB University, masyarakat, dan pelaku usaha, pengembangan sagu di Papua Selatan diharapkan dapat menghasilkan produk yang lebih beragam, memperluas kesempatan usaha, serta memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

Views: 65
Previous Post

Dugaan Keracunan Usai Hari Santri di Deli Serdang, 40 Santri dan Guru Ponpes Mazilah Dirawat

Next Post

Terkait Keributan PT. KAI Vs Warga, Riki Irawan Desak Polisi Segera Usut Dugaan Pengeroyokan dan Perampasan Barang di Jalan Kemuning

W D

W D

Next Post
Terkait Keributan PT. KAI Vs Warga, Riki Irawan Desak Polisi Segera Usut Dugaan Pengeroyokan dan Perampasan Barang di Jalan Kemuning

Terkait Keributan PT. KAI Vs Warga, Riki Irawan Desak Polisi Segera Usut Dugaan Pengeroyokan dan Perampasan Barang di Jalan Kemuning

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.