JAKARTA — Organisasi kemasyarakatan Perisai Syarikat Islam menyampaikan belasungkawa mendalam atas kabar gugurnya pemimpin tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Kepergian tokoh berpengaruh tersebut dinilai sebagai kehilangan besar tidak hanya bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi umat Islam di berbagai belahan dunia.
Sebagai bentuk penghormatan dan solidaritas, Sekretaris Jenderal Perisai Syarikat Islam, Muhammad Nur Ohoitenan, mendatangi rumah dinas Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung.
Kedatangan rombongan tersebut diterima oleh Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi.
Dalam pertemuan itu, Boroujerdi menyampaikan apresiasi atas solidaritas yang diberikan tokoh dan organisasi masyarakat Indonesia kepada rakyat Iran di tengah suasana duka.
Muhammad Nur menegaskan bahwa wafatnya Ayatollah Ali Khamenei merupakan kehilangan besar bagi dunia Islam.
Menurutnya, sosok Khamenei selama ini dikenal sebagai figur yang vokal dalam menyuarakan perlawanan terhadap berbagai bentuk penindasan dan ketidakadilan global.
“Syahidnya Ayatullah Ali Khamenei adalah luka besar bagi dunia Islam. Beliau adalah simbol perlawanan terhadap penindasan, penjajahan modern, dan ketidakadilan global,” ujar Muhammad Nur dalam keterangannya.
Ia menambahkan bahwa kunjungan Perisai Syarikat Islam ke Kedutaan Besar Iran bukan sekadar menyampaikan belasungkawa, tetapi juga sebagai bentuk komitmen moral terhadap nilai kemanusiaan, keadilan, serta solidaritas antarbangsa.
“Kami datang untuk menunjukkan bahwa perjuangan melawan penindasan tidak boleh berhenti. Dunia tidak boleh diam ketika ketidakadilan dan agresi terhadap bangsa-bangsa berdaulat terus terjadi,” katanya.
Perisai Syarikat Islam berharap semangat perjuangan yang diwariskan Ayatollah Ali Khamenei dapat terus menginspirasi umat Islam dan masyarakat dunia untuk memperjuangkan keadilan, kemerdekaan, serta perdamaian yang berkelanjutan.
Kunjungan tersebut juga menjadi simbol persaudaraan antara masyarakat Indonesia dan Iran dalam memperkuat solidaritas kemanusiaan di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.



