Korannusantara.id, KOTA BEKASI – Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi berencana menggratiskan biaya pemasangan sambungan baru air bersih bagi masyarakat mulai tahun 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan air bersih sekaligus mempermudah masyarakat mendapatkan akses air layak.
Direktur Utama Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi, Ali Imam Faryadi, mengatakan program tersebut tidak hanya berlaku bagi calon pelanggan baru, tetapi juga bagi pelanggan lama yang sebelumnya tidak aktif.
“Mulai tahun 2026 pemasangan sambungan baru kita gratiskan. Termasuk penyambungan kembali bagi pelanggan lama yang sudah tidak aktif,” ujar Ali Imam Faryadi.
Pria yang akrab disapa Bang Awenk itu menjelaskan, kebijakan penyambungan kembali diperuntukkan bagi pelanggan yang sebelumnya sempat berhenti berlangganan atau sambungannya telah diputus. Jika pelanggan ingin kembali menggunakan layanan air bersih, proses penyambungan tidak akan dikenakan biaya.
Meski demikian, pelanggan yang masih memiliki tunggakan tetap diwajibkan melunasi pokok utang tagihan. Sementara untuk denda keterlambatan pembayaran akan dihapuskan oleh perusahaan.
“Kalau masih ada tunggakan, yang harus dibayar hanya pokoknya saja. Untuk dendanya kita hapus,” kata Awenk di sela kegiatan buka puasa bersama, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong pelanggan lama untuk kembali menggunakan layanan Perumda Tirta Patriot sekaligus meningkatkan cakupan layanan air bersih di wilayah Kota Bekasi.
Selain mengumumkan program tersebut, Perumda Tirta Patriot juga memperkenalkan Forum RW Berbasis Pelanggan sebagai sarana mempercepat penanganan keluhan masyarakat.
Forum ini melibatkan para pengurus Rukun Warga (RW) yang berada di lingkungan pelanggan PDAM. Melalui forum tersebut, setiap RW akan terhubung dalam sebuah grup komunikasi berbasis aplikasi yang juga diikuti oleh petugas teknis, tim distribusi, hingga humas perusahaan.
Dengan sistem ini, laporan dari warga dapat langsung disampaikan melalui pengurus RW di grup tersebut. Petugas PDAM pun ditargetkan dapat melakukan pengecekan lapangan dalam waktu maksimal tiga jam setelah laporan diterima.
“Setiap pengaduan akan langsung ditindaklanjuti. Petugas akan turun ke lapangan paling lambat tiga jam setelah laporan masuk,” jelasnya.
Proses penanganan gangguan juga akan dilaporkan secara terbuka dalam grup tersebut, termasuk dokumentasi kehadiran petugas serta perkembangan penanganan di lapangan. Hal ini memungkinkan pengurus RW dan masyarakat memantau langsung respons yang diberikan oleh petugas.
Ali menyebutkan, dalam peluncuran forum tersebut pihaknya mengundang sekitar 180 pengurus RW dari hampir seluruh wilayah di 12 kecamatan di Kota Bekasi.
Selain peluncuran forum pelanggan, rangkaian kegiatan yang digelar Perumda Tirta Patriot juga diisi dengan sosialisasi bersama pihak Kejaksaan, pemberian santunan kepada sekitar 300 anak yatim, serta kegiatan buka puasa bersama.
Program-program tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kota Bekasi sekaligus upaya perusahaan daerah dalam memperkuat pelayanan kepada masyarakat.



