Korannusantara.id, Jakarta – Analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung mengapresiasi langkah Presiden RI, Prabowo Subianto yang memilih bermalam di lokasi bencana tepatnya di daerah Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatra Utara, pada malam pergantian tahun baru 2026. NPT sapaan akrabnya menilai, sikap Presiden Prabowo tersebut merupakan teladan nyata bagi seluruh pejabat publik dan rakyat Indonesia.
“Presiden berada di tempat musibah dampak bencana itu adalah sesuatu sikap yang baik dan inspiratif. Sesuatu yang mengingatkan kita semua untuk berada di tempat dan di saat yang tepat. Tidak semua Presiden yang akan lakukan seperti itu,” ujar Nasky dalam keterangannya kepada awak media, di Jakarta, pada Jumat (2/1/2025).
Selain itu, Menurut Nasky, Langkah Presiden Prabowo sebagai wujud tanggung jawab negara kepada rakyat yang sedang menghadapi kesulitan. “Langkah ini mencerminkan sebagai bentuk empati dan kehadiran negara di tengah masyarakat,” ucap dia.
Alumnus indef school of political economy Jakarta itu, menekankan hal terpenting saat ini adalah percepatan pemulihan pascabencana dari pemerintah pusat maupun daerah untuk meringankan beban masyarakat di wilayah terdampak baik di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.
Selanjutnya, Ia juga menyoroti banyaknya generasi muda yang menjadi korban dalam musibah tersebut. “Oleh sebab itu, Ia mendorong seluruh pemimpin daerah di tiga provinsi itu harus selalu ada di sekitar masyarakat terdampak bencana. Ringankan beban masyarakat, apalagi bencana itu banyak menghilangkan nyawa anak bangsa,” tegas Nasky.
Penguatan Mitigasi Bencana
Founder Nasky Milenial Center itu juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sebagian wilayah Sumatra. Dia meminta seluruh kepala daerah memastikan penanganan dampak bencana dilakukan hingga tuntas.
“Dia menegaskan, pentingnya penguatan sistem mitigasi untuk meredam dampak bencana alam di masa depan,” lanjutnya.
“Oleh karena itu, Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (civil society), Kami berharap kegagalan mitigasi pada 2025 tidak terulang di 2026. “Kejadian tahun 2025, merupakan tanda-tanda yang harus diperbaiki, evaluasi di tahun 2026 ini,” sambungnya.
Sebelumnya, Presiden RI, Prabowo Subianto menghabiskan malam pergantian tahun menuju 2026 bersama warga terdampak bencana di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, sebagai bentuk empati dan kehadiran negara di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya di hadapan warga pengungsian, Presiden menegaskan pemerintah tidak akan meninggalkan rakyat yang tertimpa musibah. “Pemimpin-pemimpinmu, bahwa presidenmu, tidak akan pernah meninggalkan kalian. Kita bersama,” ujar Prabowo, Rabu (31/12/2025).
Presiden mengatakan keputusannya berada di pengungsian pada malam Tahun Baru diambil secara sadar sebagai wujud tanggung jawab negara kepada rakyat yang sedang menghadapi kesulitan.
“Karena itu saya memutuskan di pergantian tahun ini saya harus bersama rakyat kita yang dalam kesulitan, saudara-saudara sekalian,” katanya.
(red)



