Korannusantara.id – KABUPATEN BEKASI, Puluhan warga Desa Jayasampurna, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Perumda Tirta Bhagasasi pada Selasa (9/12/2025). Massa memprotes buruknya pelayanan air bersih yang selama ini mereka terima dari perusahaan daerah tersebut.
Ketua Barisan Rakyat (Barak), Ahmad Syahbana, mengungkapkan kekecewaannya. Ia menyebut bahwa pada saat warga melakukan aksi, justru Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Bhagasasi, Reza Lutfi (RL), diketahui sedang bepergian ke luar negeri.
Menurut informasi yang diterima Barak, RL diduga melakukan perjalanan ke Singapura bersama keluarganya. Tidak hanya itu, RL juga disebut mengajak salah satu bawahannya berinisial A, yang diinformasikan saat ini menjabat sebagai Tenaga Ahli di Perumda TB.
“Kasus pemasangan sambungan langsung (SL) baru di Perumahan Ningrat yang belum terpasang malah didemo masyarakat. Namun RL sebagai Dirut justru plesiran ke Singapura. Perlu dipertanyakan, anggaran apa yang digunakan untuk perjalanan tersebut. Jangan-jangan pakai uang pemasangan SL Perumahan Ningrat?” ujar Ahmad kepada awak media, Kamis (11/12/2025).
Ahmad menilai perjalanan RL saat perusahaan menghadapi persoalan layanan publik mencerminkan buruknya sikap pejabat BUMD. Ia menyebut tindakan tersebut melukai hati masyarakat yang sangat membutuhkan layanan air bersih.
Lebih jauh ia mengatakan, kondisi internal Perumda Tirta Bhagasasi saat ini disebut-sebut sedang tidak baik. Menurutnya, perusahaan daerah tersebut berada “di ambang kebangkrutan.”
Oleh karena itu, Barak mendesak Bupati Bekasi untuk segera memberhentikan RL dari jabatannya, serta meminta Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi melakukan pemeriksaan atas dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan Dirut Perumda TB.
“Kami mendesak Bupati bertindak. Dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi harus segera memeriksa dugaan korupsi yang dilakukan Dirut Perumda Tirta Bhagasasi,” tegas Ahmad.
Sebelumnya, Barak juga telah melaporkan dugaan korupsi RL ke Kejaksaan Negeri Bekasi.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi telah mencoba melakukan konfirmasi melalui pesan WhatsApp dan sambungan telepon kepada pihak humas serta Dirut Perumda Tirta Bhagasasi, namun belum mendapatkan jawaban.



