Korannusantara.id, Kota Bekasi — Upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Kota Bekasi masih menghadapi sejumlah tantangan. Berdasarkan hasil penelusuran Korannusantara.id, pelaksanaan Program Prioritas Nasional (Prognas) di bawah koordinasi Dinas Kesehatan Kota Bekasi dinilai belum berjalan maksimal menjelang akhir tahun 2025. Salah satu indikatornya terlihat dari masih terbatasnya pelaksanaan screening kanker serviks di fasilitas kesehatan daerah.
Program Prioritas Nasional (Prognas) merupakan bagian dari implementasi Standar Akreditasi Rumah Sakit, sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/1596/2024 tentang Standar Akreditasi Rumah Sakit. Regulasi ini menegaskan bahwa rumah sakit wajib mendukung pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) bidang kesehatan melalui pelaksanaan enam program utama, yaitu:
1. Peningkatan kesehatan ibu dan bayi, melalui pelayanan komprehensif seperti PONEK 24 jam (Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar).
2. Penurunan angka kesakitan Tuberkulosis (TBC), dengan penguatan deteksi dini, penanganan kasus, dan upaya pencegahan.
3. Penurunan angka kesakitan HIV/AIDS, melalui penguatan layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT), Antiretroviral Therapy (ART), serta pendampingan bagi ODHA (Orang dengan HIV/AIDS).
4. Penurunan prevalensi stunting dan wasting, dengan fokus pada perbaikan gizi masyarakat terutama pada anak-anak.
5. Pelayanan Keluarga Berencana (KB), melalui perluasan akses layanan dan edukasi kesehatan reproduksi.
6. Program Pengendalian Resistansi Antimikroba, guna menekan penyebaran infeksi akibat penggunaan antibiotik yang tidak rasional.
Program nasional tersebut tidak hanya menjadi indikator kinerja kesehatan, tetapi juga menjadi komponen penting dalam proses akreditasi rumah sakit. Pelaksanaannya diharapkan mampu mempercepat capaian target RPJMN bidang kesehatan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Namun di lapangan, sejumlah kegiatan Prognas di Kota Bekasi masih belum menunjukkan hasil optimal. Program seperti peningkatan kesehatan ibu dan bayi serta pengendalian penyakit menular dinilai belum sepenuhnya berjalan efektif.
Kondisi ini juga menimbulkan pertanyaan terkait sejauh mana RSUD Chasbullah Abdul Majid Kota Bekasi, sebagai rumah sakit rujukan utama daerah, telah menerapkan program Prognas sesuai standar akreditasi yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.
Redaksi Korannusantara.id masih berupaya mengonfirmasi kepada pihak Dinas Kesehatan Kota Bekasi terkait progres dan kendala dalam pelaksanaan Prognas, termasuk langkah evaluasi yang akan diambil agar pelaksanaan program nasional kesehatan dapat berjalan sesuai target dan harapan masyarakat.



