Jakarta, 10 November 2025 — Gerakan Muda Nurani Rakyat (Gemura) menggelar Kongres II di Hotel Harris & Convention Kelapa Gading, Jakarta, dengan tema “Digitalisasi dan Gerakan Muda: Membangun Paradigma Baru dalam Kepemimpinan Rakyat.”
Forum ini menegaskan pentingnya kemandirian generasi muda serta dorongan agar urusan kepemudaan memiliki kementerian tersendiri, terpisah dari olahraga.
Pembina Gemura, Hj. Oktasari Sabil S.Sos., M.Si., Ph.D., menegaskan bahwa pemuda harus menjadi motor perubahan bangsa.
“Gemura lahir dari keprihatinan atas menurunnya nilai nurani dalam kehidupan berbangsa. Karena itu, Gemura harus menjadi energi perubahan dan perbaikan,” ujarnya.
Ia juga menekankan perlunya penguatan kelembagaan kepemudaan agar lebih fokus dalam pembinaan generasi muda.
Oktasari Sabil turut mengapresiasi arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan visi Indonesia Emas 2045, serta mengajak generasi muda berkontribusi dengan hati nurani.
Wakil Menteri Desa PDTT Ahmad Riza Patria yang turut hadir menilai tema kongres relevan dengan semangat penguasaan teknologi dan sains. “Sains bukan hanya soal pertahanan, tapi juga industri dan pertanian,” ujarnya.
Kongres turut dihadiri berbagai tokoh nasional dan perwakilan kementerian, termasuk Dr. Berliana Kartakusumah, Dr. Ilyas Indra, S.H.I., M.H., M.H., selaku akademisi, Kemendagri, Kemenpora, dan BP2MI. Dukungan juga mengalir dari sejumlah kepala daerah dan pejabat nasional, termasuk Menteri BKKBN Dr. H. Wihaji, Wakil Menteri Agama Romo H.R Muhammad Syafii, serta Wakil Menteri Ketenagakerjaan Ir. Afriansyah Noor, M.Si.
Sebagai hasil kongres, Gemura menetapkan lima presidium transisi dan menyepakati perubahan nama menjadi Gerakan Muda untuk Rakyat (Gemura Baru) sebagai simbol pembaruan semangat dan arah gerakan menuju Indonesia Emas 2045. (Red)



