Korannusantara.id – Labuhanbatu, 19 September 2025, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Al Washliyah (UNIVA) Labuhanbatu mengeluarkan pernyataan sikap resmi menolak keras Surat Keputusan PB Al Washliyah Nomor Kep-531/PB-AW/XXI/IX2025 tanggal 15 September 2025 yang menonaktifkan Rektor UNIVA Labuhanbatu Dr. Basyarul Ulya Nasution, SH, MM dan mengangkat Raja Fanny Fatahillah, SS, MSi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor.
BEM menilai keputusan tersebut cacat prosedur, tidak sesuai statuta perguruan tinggi, dan berpotensi menimbulkan konflik berkepanjangan yang merugikan sivitas akademika.
Senat UNIVA Labuhanbatu dan Majelis Pendidikan PB Al Washliyah sebelumnya juga menyatakan keberatan terhadap SK ini dan tidak mengakui pengangkatan Plt Rektor tersebut.
Situasi ini muncul di saat kampus sedang memasuki tahap krusial akreditasi tiga program studi dan institusi tahun 2026. Tim asesor dijadwalkan hadir pada 22 September 2025 untuk akreditasi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), disusul akreditasi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris pada Oktober, dan akreditasi institusi pada November. Proses ini sangat menentukan masa depan dan reputasi UNIVA Labuhanbatu.
Plt. Presiden BEM UNIVA Labuhanbatu, Muhammad Alfisyahri, menegaskan sikap BEM:
“Kami BEM UNIVA Labuhanbatu menolak keras SK PB Al Washliyah yang menonaktifkan Rektor kami. Keputusan tersebut tidak melalui mekanisme yang sah, bertentangan dengan statuta, dan berpotensi merusak kondusivitas kampus serta mengganggu proses akreditasi yang sedang berjalan,” tegasnya.
BEM meminta PB Al Washliyah menghormati mekanisme organisasi dan segera mencabut keputusan penonaktifan Rektor. BEM juga menyerukan seluruh sivitas akademika untuk tetap tenang, menjaga suasana kampus tetap kondusif, dan tidak terprovokasi.
“UNIVA Labuhanbatu adalah rumah kita bersama. Jangan biarkan kepentingan di luar kampus merusak proses belajar mengajar dan masa depan mahasiswa. Kami mendorong penyelesaian persoalan ini melalui jalur musyawarah dan mekanisme hukum yang benar,” tambah Alfisyahri.
BEM UNIVA Labuhanbatu menegaskan akan terus mengawal isu ini demi menjaga nama baik kampus, kepentingan mahasiswa, dan keberhasilan akreditasi:
“Kami tidak akan tinggal diam. Kami akan berdiri di garis terdepan untuk menjaga marwah kampus dan hak-hak mahasiswa,” tutup Alfisyahri.
( AT )



