Jakarta,Korannusantara.id – Ketua Umum ( Ketum ) Rumah Kebangsaan DPP Barisan Muda Gibran (RK Baginda), Ester Yulia S.E, angkat bicara terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer.
Menurut Ester, OTT yang dilakukan KPK kali ini terkesan tidak natural. Ia menilai bahwa OTT semestinya dilakukan saat kejadian langsung, bukan ketika kasus sudah dalam tahap pengembangan.
“Kami sangat mendukung KPK dalam memerangi korupsi di republik ini. Namun, proses hukum terhadap Immanuel Ebenezer justru menimbulkan persepsi berbeda di masyarakat. KPK perlu menjelaskan secara terang benderang agar publik tidak disesatkan oleh opini yang salah,” tegas Ester.
Hal ini menimbulkan persepsi berbeda di masyarakat. Maka KPK harus segera menjelaskan ke publik proses hukum yang sebenarnya,” tegas Ester.
Ester menambahkan, hingga kini KPK belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait peran Immanuel Ebenezer dalam kasus dugaan pemerasan Sertifikat K3.Kondisi ini, menurutnya, membuat publik bingung dan rawan spekulasi. Oleh karena itu, ia meminta KPK lebih transparan dan berhati-hati dalam menggunakan istilah OTT agar tidak menimbulkan opini yang salah di tengah publik.
“Jangan sedikit-sedikit menggunakan istilah OTT kalau faktanya bukan begitu. KPK harus memperbaiki sistem penangkapan, lebih transparan, dan memberikan penjelasan detail kepada publik. Jangan sampai istilah OTT digunakan secara berlebihan sehingga mengaburkan fakta sebenarnya,” ujar Ester.



