Jakarta, 20 Agustus 2025 — Dewan Adat Bamus Betawi melakukan kunjungan silaturahmi ke Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Provinsi DKI Jakarta untuk menyampaikan aspirasi terkait program rekrutmen 1.000 Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Damkar, Dr. Bayu Meghantara, M.Si. Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi, Eki Pitung, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh program penambahan tenaga PJLP yang diinisiasi Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sekaligus mendorong adanya alokasi khusus bagi anak-anak Betawi dalam proses rekrutmen.
“Kami sangat mendukung langkah Gubernur Pramono Anung menambah 1.000 PJLP ini. Namun, kami juga berharap ada perhatian khusus bagi putra-putri asli Betawi agar mereka tetap mendapat tempat di tanah kelahirannya,” ujar Eki Pitung.
Ia menambahkan, perjuangan ini merupakan bagian dari amanat adat untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Betawi, sebagaimana diatur dalam Perda No. 4 Tahun 2015 dan Pergub No. 229 Tahun 2016. Untuk memastikan calon yang direkomendasikan benar-benar anak Betawi berkualitas, Bamus Betawi mengusulkan adanya sertifikasi atau rekomendasi resmi dari lembaga adat.
Usulan ini dinilai penting agar aspirasi masyarakat adat bisa terintegrasi dengan kebijakan pemerintah daerah, sekaligus menjadi contoh implementasi amanat Undang-Undang Daerah Khusus Jakarta di sektor lain.
Eki menekankan bahwa Dewan Adat Bamus Betawi tidak hanya berperan menjaga dan melestarikan budaya, tetapi juga memperjuangkan pemberdayaan ekonomi masyarakat adat. “Kami ingin anak Betawi tidak sekadar menjadi penonton, tetapi juga bisa terlibat aktif dalam pembangunan Jakarta,” tegasnya.
Sementara itu, program rekrutmen 1.000 PJLP yang digagas Pemprov DKI Jakarta diketahui telah menarik minat besar masyarakat. Hingga saat ini, lebih dari 24.000 orang tercatat telah mendaftar untuk menjadi bagian dari personel Damkar. Seleksi ketat akan dilakukan guna memilih individu terbaik yang siap mengabdi demi keselamatan warga ibu kota.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan Jakarta dapat terus berkembang sebagai kota yang maju, aman, sekaligus tetap menjaga identitas budaya Betawi di tanah kelahirannya. (Red)



