Merauke – Tim 2 Ekspedisi Patriot IPB University menggelar Sekolah Lapang (SL) Kedua di Balai Kampung Sermayam Indah, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas calon produsen benih padi melalui pembelajaran administrasi perbenihan, teknik budidaya, hingga pengenalan varietas padi.
Kegiatan tersebut menghadirkan Abbas Alibasyah, S.P. sebagai narasumber dan didampingi Ketua Tim 2 Ekspedisi Patriot IPB University, Dr. Astryani Rosyad, S.P., M.Si. Peserta mendapatkan materi mengenai administrasi produksi benih, modul budidaya dan produksi benih, serta pengenalan kualitas beras melalui uji organoleptik.
Dalam sesi administrasi, Abbas menjelaskan pentingnya pencatatan dan dokumentasi dalam setiap tahapan produksi benih. Calon produsen tidak hanya perlu menguasai teknik budidaya, tetapi juga memahami pengelolaan dokumen agar proses produksi berjalan tertib dan dapat ditelusuri.
Pencatatan tersebut mencakup informasi varietas, asal benih sumber, luas pertanaman, waktu tanam, pemeliharaan tanaman, hingga penanganan hasil panen. Administrasi yang baik diperlukan untuk mendukung pemantauan produksi sekaligus menjaga mutu dan kemurnian varietas.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, Tim 2 Ekspedisi Patriot IPB University turut membagikan modul budidaya dan produksi benih. Materi budidaya mencakup pengelolaan tanaman, mulai dari persiapan lahan, persemaian, penanaman, pemupukan, pengelolaan air, hingga pemanenan.
Sementara itu, modul produksi benih membahas tahapan menghasilkan benih bermutu, termasuk penggunaan benih sumber, pemeliharaan kemurnian varietas, pengawasan pertanaman, serta penanganan hasil panen. Modul tersebut diharapkan menjadi bahan belajar yang dapat digunakan peserta dalam menerapkan pengetahuan di lapangan.
Selain materi teknis, peserta mengikuti uji organoleptik terhadap beras dan nasi dari varietas IPB 9G dan IPB 15S. Pengujian ini dilakukan untuk mengenali karakteristik hasil kedua varietas melalui pengamatan penampilan, warna, aroma, tekstur, tingkat kepulenan, dan rasa nasi.
Pengenalan tersebut memberikan gambaran bahwa pemilihan varietas tidak hanya mempertimbangkan pertumbuhan tanaman dan potensi produksi, tetapi juga kualitas beras serta penerimaan konsumen.
Tim 2 Ekspedisi Patriot IPB University juga memperkenalkan karakteristik varietas IPB 9G dan IPB 15S sebagai alternatif untuk pengembangan budidaya padi. IPB 9G diperkenalkan terkait potensinya pada kondisi ketersediaan air terbatas, sedangkan IPB 15S dikenalkan sebagai alternatif varietas untuk dipertimbangkan sesuai karakteristik lingkungan dan kebutuhan petani.
Sebagai bagian dari kegiatan, tim menyerahkan benih padi IPB 15S untuk digunakan pada lahan demonstrasi atau demplot. Pengembangan di lahan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran dan pengamatan langsung terhadap pertumbuhan tanaman serta kesesuaiannya dengan kondisi setempat.
Pemilihan varietas tetap perlu mempertimbangkan karakteristik resmi varietas, kondisi tanah, ketersediaan air, iklim, dan teknik budidaya. Pengamatan di lapangan juga diperlukan untuk memperoleh informasi mengenai kinerja varietas pada lingkungan pertanaman di Merauke.
Melalui Sekolah Lapang Kedua ini, Tim 2 Ekspedisi Patriot IPB University berupaya memperkuat pengetahuan dan keterampilan calon produsen benih di Kampung Sermayam Indah. Pembelajaran tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha perbenihan dan ketersediaan benih bermutu bagi petani di Kabupaten Merauke.
Penguatan kapasitas sumber daya manusia, didukung penerapan teknik budidaya yang tepat dan pemilihan varietas sesuai kondisi lingkungan, menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan produksi padi di wilayah tersebut.



