MEDAN — Hari tua yang seharusnya dijalani dengan tenang bersama keluarga kini terasa berat bagi Rahmat Taufik. Pria yang akrab disapa Taufik Saleh itu mengaku kehilangan hampir seluruh harta benda yang selama ini dimilikinya.
Di usianya yang telah menginjak 64 tahun, Taufik masih harus memikirkan biaya hidup istri dan seorang anaknya, yang saat ini setelah kehilangan berbagai harta benda yang dikumpulkannya dengan susah payah selama puluhan tahun, ia mengaku bingung memikirkan bagaimana memenuhi kebutuhan keluarganya ke depan.
Pada Minggu (25/10/2026), Taufik membuat laporan polisi di Polrestabes Medan dengan Nomor LP/B/4665/X/2026/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA. Dalam laporan tersebut, ia menyerahkan daftar barang-barang yang dilaporkan hilang setelah peristiwa yang terjadi di rumahnya beberapa hari sebelumnya.
Adapun barang-barang yang hilang itu bukan sekadar benda yang memenuhi rumahnya. Sebagian besar merupakan hasil kerja keras yang dikumpulkan dan dibeli satu per satu selama bertahun-tahun.
Namun, kehilangan yang dirasakan Taufik bukan hanya soal harta benda. Ada kesedihan lain yang tak kalah mendalam, yakni hilangnya 15 ekor kucing peliharaan yang selama ini menjadi kesayangan seluruh anggota keluarganya.
Sebagian kucing tersebut merupakan kucing lokal, sedangkan beberapa lainnya adalah kucing Persia. Bagi keluarga Taufik, kucing-kucing itu bukan sekadar hewan peliharaan, melainkan juga bagian dari keseharian yang menghadirkan kebersamaan dan kedekatan emosional di rumah.
Kini, keberadaan belasan kucing tersebut tidak diketahui. Taufik dan keluarganya belum mengetahui ke mana hewan-hewan kesayangan mereka dibawa maupun bagaimana keadaan mereka saat ini.
Taufik melaporkan dugaan pencurian dengan kekerasan tersebut ke Polrestabes Medan dengan didampingi kuasa hukumnya, Riki Irawan, S.H., M.H.
Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan tertanggal 25 Oktober 2026, peristiwa yang dilaporkannya terjadi pada Rabu, 21 Oktober 2026, sekitar pukul 09.00 WIB, di rumahnya yang beralamat di Jalan Kemuning Nomor 27-A, Kelurahan Perintis, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan.
Dalam laporan itu, Taufik menerangkan bahwa sejumlah orang yang mengaku dari PT. KAI datang ke rumahnya, mengusirnya, lalu sepeninggalnya, membawa berbagai barang miliknya tanpa izin, sehingga rumah itu kosong.
Barang-barang yang tercantum dalam laporan meliputi perabot rumah tangga, lemari, tempat tidur, perhiasan logam mulia, uang tunai, sejumlah telepon seluler, dokumen penting keluarga, sepeda motor, serta berbagai barang lainnya. Sebanyak 15 ekor kucing peliharaan keluarga juga tercantum dalam daftar barang yang dilaporkan hilang.
Banyaknya barang yang disebutkan dalam laporan tersebut menggambarkan besarnya kehilangan yang kini harus dihadapi Taufik. Berbagai benda yang dikumpulkan selama puluhan tahun itu sebelumnya menjadi bagian dari kehidupan rumah tangga sekaligus menunjang kebutuhan keluarganya.
Di usia yang tidak lagi muda, Taufik masih memikul tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan hidup istri dan seorang anaknya. Sementara itu, berbagai harta benda yang dikumpulkan dengan susah payah untuk menunjang kehidupan keluarga kini dilaporkan telah dibawa pergi.
Kondisi tersebut membuat persoalan yang dihadapinya bukan hanya menyangkut dugaan tindak pidana, melainkan juga keberlangsungan hidup keluarganya pada masa mendatang.
Di tengah ketidakpastian itu, nasib 15 ekor kucing kesayangan keluarga menjadi salah satu hal yang masih membebani pikirannya. Mereka bukan hanya kehilangan tempat tinggal dan kini harus menumpang, tetapi juga belum mengetahui keberadaan hewan-hewan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan keluarga.
Bagi sebagian orang, kehilangan barang mungkin dapat dihitung berdasarkan nilai materinya. Namun, kehilangan hewan peliharaan yang telah lama dirawat dan disayangi bersama menghadirkan kesedihan yang berbeda, terlebih ketika keberadaannya tidak diketahui.
Kini, Taufik berharap persoalan yang dialaminya mendapat penanganan dan kejelasan. Di sisi lain, ia harus menghadapi kenyataan bahwa kehidupan tetap berjalan, sementara dirinya mengaku kehilangan hampir seluruh harta benda yang selama ini menjadi penopang kehidupan keluarga di hari tua.
Di balik laporan polisi yang dibuatnya, tersimpan kisah tentang seorang pria berusia 64 tahun yang harus berjuang menata kembali kehidupannya bersama keluarga setelah kehilangan berbagai harta benda yang dikumpulkannya selama puluhan tahun. Pada saat yang sama.
Catatan Redaksi: Peristiwa tersebut masih dalam ranah dugaan tindak pidana yang perlu dibuktikan melalui proses hukum. Keterangan mengenai kejadian dan barang-barang yang dilaporkan hilang dalam berita ini merujuk pada laporan pihak korban. Konfirmasi kepada pihak terlapor dan kepolisian diperlukan untuk melengkapi pemberitaan secara berimbang.



