• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Nasional

Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran PMKRI Soroti Situasi Papua

Redaksi by Redaksi
20 Oktober 2026
in Nasional
0
Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran PMKRI Soroti Situasi Papua
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id – Jakarta, Evaluasi dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran banyak hal yang yang disampaikan massa aksi  PMKRI Selain karhutla dan kebijakan anggaran aksi tersebut turut membawa isu Papua melalui pernyataan sikap Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI). Selasa 20/10/2026.

Dalam siaran pers berjudul “2 Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran: PP PMKRI Melihat Papua Dikepung Militer dan Buldozer, Bukan Janji Kesejahteraan dan Kedamaian”, PMKRI mengevaluasi pendekatan pemerintah terhadap persoalan keamanan dan pembangunan di Papua.

Melalui Lembaga HAM dan Otonomi Khusus Papua, PMKRI menilai pendekatan keamanan serta ekspansi proyek pembangunan berisiko memperpanjang persoalan ketidakadilan apabila tidak disertai perlindungan hak masyarakat adat dan penyelesaian akar konflik.

Pernyataan tersebut juga menyinggung laporan mengenai korban kekerasan, pengungsian internal, serta ekspansi proyek perkebunan, pertambangan, dan proyek strategis nasional di sejumlah wilayah Papua.

PMKRI kemudian menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah, yakni:

  1. Membatalkan proyek strategis nasional di Papua Selatan, khususnya di Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat.
  2. Menarik pasukan militer organik dan nonorganik dari seluruh wilayah Papua.
  3. Menempatkan masyarakat Papua sebagai subjek utama dalam kebijakan pembangunan, termasuk dengan mendengarkan aspirasi perempuan, generasi muda, dan masyarakat asli Papua.
  4. Membuka ruang dialog Jakarta-Papua sebagai jalan demokratis untuk menyelesaikan akar konflik.
  5. Menanggapi seruan negara-negara Forum Kepulauan Pasifik terkait situasi kemanusiaan di Papua secara serius dan terbuka.

Sikap tersebut disampaikan Alpius Uropmabin selaku Ketua Lembaga HAM dan Otonomi Khusus Papua PMKRI.

Views: 300
Previous Post

Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran Ratusan Mahasiswa dan Masyarakat Sipil Gelar Aksi di Tugu Tani

Next Post

Sugiat Santoso Tekankan Tiga Ranah Pendidikan untuk Perkuat Literasi Digital dan Cegah Radikalisme

Redaksi

Redaksi

Satu Klik Rubah Dunia

Next Post
Sugiat Santoso Tekankan Tiga Ranah Pendidikan untuk Perkuat Literasi Digital dan Cegah Radikalisme

Sugiat Santoso Tekankan Tiga Ranah Pendidikan untuk Perkuat Literasi Digital dan Cegah Radikalisme

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.