Korannusantara.id – LABUSEL, H. Muhammad Romadon Nasution kembali dipercaya memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) untuk periode 2025–2030. Ia ditetapkan secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) IV Partai Golkar Labusel Tahun 2026 yang digelar di Convention Hall Grandsuma, Blok Songo, Senin (12/10/2026).
Penetapan tersebut disahkan oleh Ketua Sidang Musda, Muhammad Asril, melalui ketukan palu sidang. Dalam forum yang sama, Maladi Hasibuan juga kembali ditetapkan sebagai Dewan Pertimbangan Golkar Labusel.
Usai penetapan, prosesi dilanjutkan dengan penyerahan bendera pataka kepada ketua terpilih sebagai simbol kepemimpinan partai.
Dalam sambutannya, Muhammad Romadon Nasution yang akrab disapa Madon menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya.
Dengan nada haru, Madon mengenang perjalanan panjangnya di dunia politik, mulai dari memimpin SOKSI, berproses di tingkat kecamatan, hingga mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Labusel.
Ia juga mengungkapkan bahwa dukungan sang istri menjadi salah satu kekuatan penting dalam perjalanan politiknya.
“Perjalanan ini saya mulai dari bawah. Prosesnya sangat panjang. Ini adalah anugerah yang diberikan Allah kepada saya,” ungkapnya.
Target Besar Golkar Labusel pada Pemilu 2029
Setelah terpilih, Madon bersama anggota formatur akan menyusun kepengurusan DPD Golkar Labusel dalam waktu 15 hari ke depan.
Ia menegaskan bahwa soliditas dan kebersamaan menjadi modal utama untuk memperkuat kembali organisasi partai hingga ke tingkat akar rumput.
Madon juga memasang target politik yang jelas pada Pemilu 2029, yakni membawa Golkar Labusel meraih kursi Ketua DPRD Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
“Kesuksesan ini adalah hasil dari soliditas. Kita harus solid dan menghidupkan kembali Golkar sampai ke tingkat bawah. Saya berharap pada 2029, target kita adalah mendapatkan kursi Ketua DPRD Labusel,” tegasnya.
Terpilihnya kembali Muhammad Romadon Nasution melalui aklamasi menjadi momentum bagi Golkar Labusel untuk memperkuat konsolidasi internal, merapatkan barisan kader, serta mempersiapkan strategi politik menuju Pemilu 2029.
Kini, tantangan kepemimpinan berikutnya adalah menerjemahkan soliditas organisasi menjadi kerja nyata, kedekatan dengan masyarakat, dan capaian politik yang sesuai dengan target partai.
( Irpan )



