Korannusantara.id – Padangsidimpuan, Aktivitas pedagang kaki lima (PKL) dan kafe tongkrongan yang memanfaatkan badan jalan hingga kawasan Jembatan Siborang pada malam hari kembali menjadi perhatian masyarakat.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Sabtu (25/7/2026), sejumlah tenda kuliner, meja, dan kursi terlihat memenuhi sisi jalan, bahkan sebagian area jembatan. Kondisi tersebut menarik banyak pengunjung dan menjadikan kawasan itu sebagai salah satu pusat aktivitas kuliner malam di Kota Padangsidimpuan.
Keberadaan para pedagang dinilai memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Namun, di sisi lain, penggunaan badan jalan dan area jembatan sebagai lokasi usaha berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas, mengurangi ruang bagi pejalan kaki, serta menimbulkan risiko keselamatan apabila tidak ditata secara baik.
Sejumlah warga berharap Pemerintah Kota Padangsidimpuan bersama instansi terkait segera melakukan penataan kawasan kuliner tersebut. Penataan dinilai penting agar aktivitas perdagangan tetap berjalan tanpa mengganggu fungsi jalan dan jembatan sebagai fasilitas umum.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Padangsidimpuan juga telah melakukan penataan terhadap pedagang kaki lima di sejumlah titik untuk mengembalikan fungsi trotoar dan bahu jalan sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut dilakukan guna menjaga ketertiban, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta menciptakan wajah kota yang lebih tertata, bersih, dan nyaman.
Masyarakat berharap solusi yang diambil nantinya mampu mengakomodasi kepentingan seluruh pihak, baik pedagang maupun pengguna jalan. Penyediaan lokasi usaha yang layak, aman, dan tertata diharapkan dapat menjadikan kawasan kuliner tetap berkembang sebagai daya tarik Kota Padangsidimpuan tanpa mengorbankan fungsi ruang publik.
(Indra Saputra)



