Korannusantara.id – KOTAWARINGIN BARAT, Pemadaman listrik bergilir yang telah berlangsung hampir dua bulan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, memicu keresahan dan kekecewaan masyarakat. Hingga Sabtu (25/7/2026), gangguan pasokan listrik masih terus terjadi tanpa adanya penjelasan rinci mengenai penyebab utamanya.
Pemadaman yang berlangsung berulang kali tersebut disebut telah menimbulkan kerugian bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM serta para pengusaha yang bergantung pada pasokan listrik untuk menjalankan aktivitas usahanya.
Warga menilai selama ini pihak PLN hanya menyampaikan pemberitahuan dan permohonan maaf melalui surat edaran terkait jadwal pemadaman bergilir.
Namun, menurut mereka, belum ada penjelasan yang transparan mengenai akar permasalahan maupun kepastian kapan kondisi akan kembali normal.
Kesabaran masyarakat pun disebut mulai mencapai batas. Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, durasi pemadaman dinilai semakin memberatkan karena tidak hanya berlangsung satu hingga dua jam, tetapi dalam beberapa kesempatan dapat mencapai lima hingga enam jam.
Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat, khususnya warga Kota Pangkalan Bun, meminta Kementerian BUMN serta jajaran Direktorat PLN untuk segera turun tangan mengusut tuntas penyebab pemadaman listrik yang berkepanjangan dan mengambil langkah nyata agar pasokan listrik kembali stabil.
“Segera tindak lanjuti persoalan pemadaman listrik yang terus berulang ini,” harap sejumlah warga.
Hingga berita ini diturunkan, pemadaman listrik bergilir di wilayah Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, masih terus berlangsung.
(Misran)



