Korannusantara.id Jakarta – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan atau LBP, mengungkapkan kemarahaannya lantaran dituding sebagai pemilik saham perusahaan Toba Pulp Lestari (TPL).
Luhut mengaku pernah menyaksikan warga yang protes terhadap aktivitas TPL. Dari cerita warga, aktivitas perusahaan yang pernah mencemari lingkungan, termasuk Danau Toba.
“Saya tanya sama rakyat itu, apa yang terjadi? Ini merusak lingkungan, Pak, air ke Danau Toba juga, terus kemudian bau juga, kemudian potongan kayu juga,” sebut dia melalui akun Instagram-nya, @luhut.pandjaitan, sebagaimana dikutip Rabu (14/1/2026).
Kata Luhut, TPL memproduksi bubur untuk pembuatan kertas. Perusahaan itu disebut membeli kayu dari masyarakat. Usai dari lokasi itu, Luhut mengaku telah meminta agar aktivitas TPL dihentikan.
Namun, pemberhentian aktivitas TPL hanya berlangsung sebentar. Mantan Menko Kemaritiman dan Investasi era Presiden Jokowi itu mengatakan, proses lobi-lobian TPL berlangsung dengan masif.
“Kalau saya enggak keliru, itu ditutup sebentar, tapi perjalanan waktu, itu dibuka lagi karena lobinya itu luar biasa,” tuturnya.
Luhut lantas menyinggung pihak yang menudingnya memiliki saham di TPL. Ia meminta pihak yang menudingnya agar menunjukkan bukti.
“Toba Pulp itu sudah cukup. Itu sudah enggak benar dan kalau ada orang menuduh saya punya saham, saham mana? Tunjukin. Saya tidak pernah punya saham kecuali di perusahaan saya yaitu Toba Sejahtera, yang saya buat sendiri,” tegas Luhut.
Dalam kesempatan itu, Luhut juga menyinggung pihak yang menudingnya memiliki izin usaha pertambangan (IUP) di Morowali.
“Kalau ada orang nuduh saya punya saham, saham mana? Tunjukkan, saya tidak pernah punya saham Kecuali di perusahaan saya, yaitu Toba Sejahtera,” kata Luhut.
“Saya tidak punya IUP nikel. Saya tidak punya saham di Morowali, yang dituduh-tuduhkan oleh yang tidak jelas-jelas itu,” lanjut Luhut.
Purnawirawan TNI ini mengaku merasa kesal dengan tudingan itu karena harga dirinya tercoreng. Luhut meminta pihak yang menudingnya agar turut menunjukkan bukti terkait tudingan tersebut.
“Saya maaf agak jengkel ini karena menurut saya sudah menyangkut dignity, menyangkut harga diri,” kata Luhut.
“Jangan asal ngomong juga. Pakai data, ada tidak datanya? Baru ngomong. Jangan asal nuduh, tidak elok itu asal nuduh itu, kampungan itu,” imbuhnya. (red)



