• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Bisnis

INDEF Dorong Pembentukan Kementerian Khusus Ekonomi Syariah: Pertumbuhan Positif, Tapi Belum Inklusif

Redaksi by Redaksi
16 Oktober 2025
in Bisnis, Ekonomi
0
INDEF Dorong Pembentukan Kementerian Khusus Ekonomi Syariah: Pertumbuhan Positif, Tapi Belum Inklusif

Ket :Indef Evaluasi Ekonomi Syariah dan Mendorong Pembentukan Kementrian Khusus Ekonomi Syariah

0
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id – Jakarta, 15 Oktober 2025, Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) melalui Center for Sharia Economic Development (CSED) menggelar Diskusi Publik bertajuk “Evaluasi Ekonomi Syariah di 1 Tahun Pemerintahan Prabowo”. Forum ini menyoroti capaian dan tantangan ekonomi syariah nasional yang dinilai tumbuh positif namun belum inklusif.

Kepala CSED INDEF, Nur Hidayah, menyebut kinerja perbankan syariah tumbuh 8,13% (YoY), melampaui perbankan konvensional. Namun, pangsa pasar masih stagnan di angka 7,7%. “Transformasi KNEKS menjadi Badan Ekonomi Syariah belum terealisasi, padahal ini penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor,” ujarnya.

Peneliti INDEF, Murniati Mukhlisin, menyoroti rendahnya literasi keuangan syariah (43,42%) dan lemahnya integrasi data halal nasional. Ia menegaskan perlunya prioritas pada pembiayaan UMKM halal agar pertumbuhan lebih merata.

Sementara Abdul Hakam Naja menilai ekonomi syariah berpotensi menjadi solusi terhadap lemahnya daya beli dan deindustrialisasi. Ia mendorong pemerintah membentuk Kementerian Khusus Ekonomi Syariah guna memastikan kebijakan lebih terintegrasi.

INDEF juga merekomendasikan penerapan omnibus law ekonomi syariah untuk memperkuat kepastian hukum dan harmonisasi kebijakan, serta mempercepat langkah Indonesia menuju Pusat Ekonomi Syariah Dunia 2029.

192
Tags: Ekonomi SyariahEvaluasi Ekonomi SyariahIndefKementerian Khusus
Previous Post

Prabowo Pimpin Ratas di Kertanegara, Bahas Pertanian dan Pendidikan

Next Post

Istri Sah Tuntut Perlindungan Hukum, Klarifikasi Video Viral Dugaan Penyerangan di Labuhanbatu

Redaksi

Redaksi

Satu Klik Rubah Dunia

Next Post
Istri Sah Tuntut Perlindungan Hukum, Klarifikasi Video Viral Dugaan Penyerangan di Labuhanbatu

Istri Sah Tuntut Perlindungan Hukum, Klarifikasi Video Viral Dugaan Penyerangan di Labuhanbatu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.