Korannusantara.id – Jakarta, 15 Oktober 2025, Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) melalui Center for Sharia Economic Development (CSED) menggelar Diskusi Publik bertajuk “Evaluasi Ekonomi Syariah di 1 Tahun Pemerintahan Prabowo”. Forum ini menyoroti capaian dan tantangan ekonomi syariah nasional yang dinilai tumbuh positif namun belum inklusif.
Kepala CSED INDEF, Nur Hidayah, menyebut kinerja perbankan syariah tumbuh 8,13% (YoY), melampaui perbankan konvensional. Namun, pangsa pasar masih stagnan di angka 7,7%. “Transformasi KNEKS menjadi Badan Ekonomi Syariah belum terealisasi, padahal ini penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor,” ujarnya.
Peneliti INDEF, Murniati Mukhlisin, menyoroti rendahnya literasi keuangan syariah (43,42%) dan lemahnya integrasi data halal nasional. Ia menegaskan perlunya prioritas pada pembiayaan UMKM halal agar pertumbuhan lebih merata.
Sementara Abdul Hakam Naja menilai ekonomi syariah berpotensi menjadi solusi terhadap lemahnya daya beli dan deindustrialisasi. Ia mendorong pemerintah membentuk Kementerian Khusus Ekonomi Syariah guna memastikan kebijakan lebih terintegrasi.
INDEF juga merekomendasikan penerapan omnibus law ekonomi syariah untuk memperkuat kepastian hukum dan harmonisasi kebijakan, serta mempercepat langkah Indonesia menuju Pusat Ekonomi Syariah Dunia 2029.



