Korannusantara.id – Jakarta, 2 Oktober 2025, Aksi unjuk rasa mahasiswa yang menamakan dari Insan Pengabdi Negeri di depan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) berujung pada audiensi. Perwakilan massa aksi diterima langsung oleh pejabat Kemenag di Jakarta untuk membahas dugaan pengangkatan 46 dosen BLU ilegal di UINSU.
Dalam pertemuan tersebut, Khoiron, Bagian Strategi Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga pada Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag RI, menegaskan bahwa pihaknya menerima aspirasi Pendemo Insan Pengabdi secara terbuka.
Kami menerima aspirasi dengan terbuka, dan ini tugas kita bersama. Aspirasi terkait dosen BLU di UIN Medan akan kami sampaikan ke pimpinan, jelasnya.
Massa Insan Pengabdi juga menyampaikan bahwa Rektor Uinsu tidak terbuka dan welcome disaat dikonfirmasi, malah bungkam bahkan seluruh civitas uinsu, tegas insan pengabdi
Khoiron menambahkan, persoalan mengenai NIDK (Nomor Induk Dosen Khusus) dan status dosen BLU berada di bawah kewenangan unit ketenagaan. “Kami akan berkoordinasi dengan unit pemangku layanan tersebut untuk mendapatkan klarifikasi dari bagian SDM, Sejauh ini saya tidak tahu ” ujarnya.
Massa insan pengabdi menyambut baik penerimaan aspirasi tersebut, namun menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga ada langkah nyata dari Kementerian Agama. Mereka menilai polemik dosen BLU UINSU bukan sekadar masalah administrasi, melainkan menyangkut nama baik akademik dan potensi kerugian negara.
( Red )



