Korannusantara.id – Labuhanbatu Selatan, 29 September 2025, Pondok Pesantren Darul Falah Langga Payung akhirnya buka suara terkait dugaan kekerasan terhadap santrinya, Rezi/Dafa Reihanda Fahrezi, yang viral di media. Dalam klarifikasi yang telah dikonfirmasi oleh Kepala Madrasah Aliyah Darul Falah, Ismail Muchtar Harahap, M.Sos., pihak pesantren mengakui ada tindakan oknum guru dan menegaskan sudah memberikan pertolongan pertama serta melakukan berbagai upaya mediasi dengan keluarga korban.
Pihak pesantren memaparkan kronologi versi mereka: insiden terjadi pada Kamis 11 September 2025 saat jam pelajaran berlangsung. Guru berinisial AB menegur Rezi yang tertidur karena demam dan kelelahan setelah mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia. Teguran tersebut berujung pada tindakan spontan yang mengakibatkan luka pada santri. Pesantren menyebut segera membawa korban ke UKS dan kemudian ke klinik untuk perawatan awal.
Pesantren juga menjelaskan telah berulang kali mengunjungi keluarga korban, menawarkan pengobatan lanjutan hingga ke rumah sakit spesialis di Medan, serta menghadirkan orang tua oknum guru untuk meminta maaf. Namun, menurut pesantren, hingga kini mediasi belum menemukan titik temu karena tuntutan keluarga dianggap melebihi kemampuan lembaga.
“Kami sudah membuka pintu mediasi dan meminta maaf. Kami juga tidak mentolerir kekerasan di lingkungan pesantren dan siap mendukung proses hukum yang berjalan,” demikian klarifikasi yang dikonfirmasi Kepala Madrasah Aliyah Darul Falah Ismail Muchtar Harahap, M.Sos.
Pesantren berharap kasus ini dapat diselesaikan secara baik tanpa merugikan pihak manapun dan mendoakan kesembuhan korban agar dapat melanjutkan pendidikannya.
( AT )



