• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Daerah

Dugaan Kekerasan Santri, Darul Falah Klarifikasi, Akui Oknum Guru Terlibat Kekerasan, Klaim Sudah Beri Pertolongan dan Upaya Mediasi

Redaksi by Redaksi
29 September 2025
in Daerah, Hukum & Kriminal
0
Dugaan Kekerasan Santri, Darul Falah Klarifikasi, Akui Oknum Guru Terlibat Kekerasan, Klaim Sudah Beri Pertolongan dan Upaya Mediasi

Ket : Pesantren Darul Falah Klarifikasi Kekerasan Santri

0
SHARES
50
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id – Labuhanbatu Selatan, 29 September 2025, Pondok Pesantren Darul Falah Langga Payung akhirnya buka suara terkait dugaan kekerasan terhadap santrinya, Rezi/Dafa Reihanda Fahrezi, yang viral di media. Dalam klarifikasi yang telah dikonfirmasi oleh Kepala Madrasah Aliyah Darul Falah, Ismail Muchtar Harahap, M.Sos., pihak pesantren mengakui ada tindakan oknum guru dan menegaskan sudah memberikan pertolongan pertama serta melakukan berbagai upaya mediasi dengan keluarga korban.

Pihak pesantren memaparkan kronologi versi mereka: insiden terjadi pada Kamis 11 September 2025 saat jam pelajaran berlangsung. Guru berinisial AB menegur Rezi yang tertidur karena demam dan kelelahan setelah mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia. Teguran tersebut berujung pada tindakan spontan yang mengakibatkan luka pada santri. Pesantren menyebut segera membawa korban ke UKS dan kemudian ke klinik untuk perawatan awal.

Pesantren juga menjelaskan telah berulang kali mengunjungi keluarga korban, menawarkan pengobatan lanjutan hingga ke rumah sakit spesialis di Medan, serta menghadirkan orang tua oknum guru untuk meminta maaf. Namun, menurut pesantren, hingga kini mediasi belum menemukan titik temu karena tuntutan keluarga dianggap melebihi kemampuan lembaga.

“Kami sudah membuka pintu mediasi dan meminta maaf. Kami juga tidak mentolerir kekerasan di lingkungan pesantren dan siap mendukung proses hukum yang berjalan,” demikian klarifikasi yang dikonfirmasi Kepala Madrasah Aliyah Darul Falah Ismail Muchtar Harahap, M.Sos.

Pesantren berharap kasus ini dapat diselesaikan secara baik tanpa merugikan pihak manapun dan mendoakan kesembuhan korban agar dapat melanjutkan pendidikannya.

 

( AT )

456
Tags: Kekerasan SantriKlarifikasiMediasiPonpes Darul FalahViral di Medsos
Previous Post

Hutan yang Hilang, Nurani yang Diam: Wajah Baru Ekspansi Lahan di Era UUCK

Next Post

Hadapi Indonesia Emas 2045, Ulama dan Ormas Islam Bekasi Soroti Isu “LGBT” hingga Reformasi Polri

Redaksi

Redaksi

Satu Klik Rubah Dunia

Next Post

Hadapi Indonesia Emas 2045, Ulama dan Ormas Islam Bekasi Soroti Isu "LGBT" hingga Reformasi Polri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Ucapan Selamat

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.