Korannusantara.id – Kota Bekasi , Tanti Herawati Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, mengapresiasi langkah cepat Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Jatiranggon, Kecamatan Jatisampurna. Sidak dilakukan menyusul laporan masyarakat terkait ketidakhadiran Kepala Puskesmas dan dugaan pemotongan honor petugas kebersihan (office boy).(20/6)
Menurut Tanti, sidak tersebut menjadi bukti bahwa Pemkot Bekasi serius dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. “Puskesmas adalah ujung tombak layanan kesehatan warga. Maka, pengawasan terhadap kinerja di lapangan harus dilakukan secara ketat,” ujarnya kepada media, Jumat (20/6/2025).
Politisi yang membidangi sektor kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial ini menyoroti dua temuan utama yang perlu segera ditindaklanjuti:
1. Ketidakhadiran Kepala Puskesmas tanpa alasan yang jelas, yang disebutnya menunjukkan lemahnya disiplin dan akuntabilitas pimpinan layanan.
2. Dugaan pemotongan honor petugas kebersihan, yang menurutnya merupakan pelanggaran etik dan administratif.
“Jika dugaan ini terbukti benar, maka tidak boleh dibiarkan. Hak tenaga kebersihan harus dihormati. Tidak boleh ada pemotongan sepihak,” tegasnya.
Tanti menyatakan akan mengusulkan pemanggilan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan pihak terkait dalam rapat Komisi IV DPRD. Tujuannya untuk mendapatkan penjelasan resmi sekaligus mendesak dilakukan audit terhadap sistem kehadiran dan keuangan di Puskesmas tersebut.
Tak hanya itu, ia juga mendorong dilakukan audit menyeluruh terhadap seluruh Puskesmas di Kota Bekasi guna mencegah kejadian serupa. “Hasil audit akan menjadi landasan untuk reformasi manajemen Puskesmas secara menyeluruh,” tambahnya.
Ia menegaskan, permasalahan semacam ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat mengganggu pelayanan dasar kepada masyarakat. “Pemkot harus bertindak cepat untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap sistem pelayanan kesehatan,” pungkasnya.
Diketahui, sidak dilakukan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyusul keluhan masyarakat. Saat ini, Pemkot Bekasi masih mendalami temuan tersebut untuk penanganan lebih lanjut. Tutupnya.
(Adv)



