Korannusantara.id – Medan, Wakil Wali Kota Medan hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan adanya oknum berinisial DL yang disebut-sebut menjual nama dirinya demi mendapatkan “jatah” proyek hingga 70 persen di lingkungan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Medan.(20/6)
Isu ini mencuat dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Jaringan Mahasiswa Indonesia (JMI). Saat menerima massa aksi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Medan, Muhammad Sofyan, mengatakan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan JMI, termasuk terkait inisial DL, akan disampaikan kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan.
“Terkait inisial DL, akan kami sampaikan langsung kepada Bapak Wakil Wali Kota,” ujar Sofyan di hadapan massa JMI.
Menindaklanjuti hal ini, pada Rabu, 18 Juni 2025, tim korannusantara.id secara resmi telah melayangkan surat permohonan klarifikasi dan konfirmasi kepada Pemerintah Kota Medan. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Wakil Wali Kota.
Tim redaksi kemudian mencoba mendatangi langsung Kantor Pemko Medan pada Jumat, 20 Juni 2025. Proses pencarian informasi dilakukan dengan mendatangi beberapa bagian, mulai dari ruang Asisten Umum, Sekretariat Daerah, hingga ke bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim). Sayangnya, semua upaya tersebut belum membuahkan hasil.

“Izin Bapak/Ibu, surat audiensi sudah masuk, tinggal menunggu arahan Bapak Wali Kota untuk audiensi. Nanti kalau sudah ada arahan Bapak Wali Kota pasti saya sampaikan. Terima kasih,” ujar perwakilan Prokopim kepada tim media.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Wakil Wali Kota Medan mengenai dugaan tersebut, yang semakin memunculkan tanda tanya besar di masyarakat. Tim media menyatakan akan terus mengawal kasus ini dan mendesak transparansi serta klarifikasi terbuka kepada publik.
(Ruslan)



