• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Nasional

Sandiaga Uno Ajak Wisudawan Paramadina Hadapi Tantangan Dunia Kerja dengan Integritas dan Jiwa Kewirausahaan

Rus by Rus
8 November 2026
in Nasional
0
Sandiaga Uno Ajak Wisudawan Paramadina Hadapi Tantangan Dunia Kerja dengan Integritas dan Jiwa Kewirausahaan

Keterangan Foto: Dr. Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan orasi ilmiah dalam Wisuda ke-45 Universitas Paramadina di Jakarta, Jumat (7/11/2026)

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, 7 November 2026 – Universitas Paramadina menyelenggarakan Wisuda ke-45 dengan menghadirkan Dr. Sandiaga Salahuddin Uno sebagai orator ilmiah. Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga menyampaikan sejumlah pesan kepada para wisudawan mengenai tantangan dunia kerja, pentingnya integritas, inovasi, serta pola pikir kewirausahaan dalam menghadapi perubahan dan persaingan.

Dalam orasi ilmiahnya, Sandiaga mengingatkan bahwa lulusan perguruan tinggi perlu mempersiapkan diri menghadapi dinamika ketenagakerjaan sekaligus mengambil peran dalam memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“Apakah mencari kerja sekarang gampang atau susah? Susah atau susah banget?” ujar Sandiaga Uno, menyoroti tantangan ketenagakerjaan di Indonesia, mulai dari pengangguran, jebakan kelas menengah (middle-income trap), pengangguran anak muda, hingga ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Sandiaga juga menyoroti fenomena missing potential, yakni potensi generasi muda yang belum sepenuhnya terserap dan dikembangkan secara produktif. Ia mengungkapkan, “Hampir 20% dari anak-anak muda kita itu berada dalam kategori NEET. Tidak bekerja, tidak bersekolah, dan tidak mengikuti pelatihan.”

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi generasi muda, termasuk para lulusan Universitas Paramadina, untuk meningkatkan kapasitas diri, mendorong produktivitas, serta berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja.

Salah satu pesan yang disampaikan Sandiaga dalam orasi ilmiahnya adalah pentingnya menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama.

“Sebaik-baikknya manusia adalah manusia yang bermanfaat. Betul atau betul?” ujar Sandiaga.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi, jabatan, maupun materi, tetapi juga dari kontribusi dan dampak positif yang diberikan kepada lingkungan serta masyarakat.

Gelar akademik yang diperoleh para wisudawan, lanjutnya, bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal dari tanggung jawab untuk menerapkan ilmu pengetahuan, nilai-nilai, dan kemampuan yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.

Selain mendorong para lulusan untuk terus mengembangkan kemampuan, Sandiaga menekankan pentingnya integritas sebagai fondasi kepemimpinan.

“Integritas adalah landasan dari kepemimpinan. Tidak ada pemimpin yang mumpuni kalau integritas tidak diperbaiki,” tegasnya.

Pesan Character Over Competence yang disampaikannya menekankan bahwa karakter dan integritas perlu berjalan beriringan dengan kompetensi, kecerdasan intelektual, serta keahlian profesional.

Ia juga mengingatkan pentingnya pola pikir inovatif dalam menghadapi berbagai persoalan.

“Mindset inovatif diperlukan untuk menghadapi tantangan dan mencari solusi, bukan sekadar mengeluh,” kata Sandiga

Dalam menghadapi dunia kerja dan industri, Sandiaga mendorong para wisudawan untuk mengembangkan entrepreneurial mindset atau pola pikir kewirausahaan.

Menurutnya, pola pikir tersebut tidak hanya dibutuhkan oleh mereka yang ingin mendirikan usaha sendiri, tetapi juga penting bagi individu yang bekerja di perusahaan, organisasi, maupun institusi publik.

“Entrepreneurship is not a profession, tapi entrepreneurship is a mindset. Sebuah pola pikir,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa semangat kewirausahaan mendorong seseorang untuk bersikap proaktif, mampu membaca peluang, berani menghadapi tantangan, berorientasi pada solusi, serta menciptakan nilai tambah dalam pekerjaan.

“Mindset seorang pemenang adalah mindset inovasi,” ujarnya.

Sandiaga berharap para lulusan perguruan tinggi tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja (job creator) dan penggerak inovasi.

“Bukan menambah masalah dengan mencari pekerjaan, tapi kita memberikan solusi dengan mendorong terciptanya lapangan kerjaan,” tambah Sandiaga.

Views: 32
Tags: IntegritasSandiaga UnoUniversitas ParamadinaWisuda ke-45 Paramadina
Previous Post

Lebih dari 6.000 Nomor Diduga Disadap, Akbar Faizal Pertanyakan Nama Geng Solo, Sutrisno Desak Bentuk TIGPF

Next Post

DPP APKLI Merah Putih Periode 2026–2031 Resmi Dilantik, Siap Dukung Program Presiden Prabowo

Rus

Rus

Next Post
DPP APKLI Merah Putih Periode 2026–2031 Resmi Dilantik, Siap Dukung Program Presiden Prabowo

DPP APKLI Merah Putih Periode 2026–2031 Resmi Dilantik, Siap Dukung Program Presiden Prabowo

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Segenap Pimpinan & Staf DPRD Kota Padangsidimpuan

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.