Korannusantara.id – TERNATE, Keaktifan kembali Ikatan Basudara Maluku (IBM) Maluku Utara tidak terlepas dari konsolidasi panjang sejumlah tokoh muda Maluku yang berlangsung sejak awal 2025. Meski luput dari sorotan publik, enam inisiator muda menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi dan menyatukan kembali berbagai paguyuban asal Maluku di Maluku Utara.
Keenam tokoh tersebut adalah Salasa Rumkel, Rustam Lating, Febrianto Patty, Jamain Warwefubun, Subhan Pakalessy, dan Zainal Abidin Marasabessy. Konsolidasi yang mereka bangun menjadi salah satu fondasi bagi terselenggaranya pelantikan pengurus IBM Maluku Utara pada 17 Oktober 2026 di Bella International Hotel, Ternate.
Subhan Pakalessy menjelaskan, gagasan awal untuk menghidupkan kembali IBM datang dari Rustam Lating, yang akrab disapa Abang Tam atau Abang Palu.
Menurut Subhan, komunikasi dan diskusi mulai berlangsung sejak awal 2025. Rustam kemudian mengajak dirinya berdiskusi, sebelum melibatkan Febrianto Patty, Jamain Warwefubun, dan Salasa Rumkel.
Beberapa bulan kemudian, sekitar Juni–Juli 2025, diskusi berlanjut di kediaman Zainal Abidin Marasabessy. Dalam pertemuan tersebut, mereka sepakat menemui Abu Zubair Latupono, yang ketika itu masih menjabat Sekretaris Umum IBM.
“Dari tiga kali pertemuan, kemudian berlanjut dengan bertemu para sesepuh dari berbagai paguyuban asal Maluku di Maluku Utara, khususnya yang berada di Kota Ternate,” ujar Subhan.
Rangkaian komunikasi tersebut kemudian melahirkan pertemuan perdana antara para sesepuh dan tokoh muda Maluku di kediaman Febrianto Patty, Kelurahan Toboleu, Ternate.
Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan untuk bersama-sama mengaktifkan kembali IBM sebagai rumah besar masyarakat Maluku di Maluku Utara, sekaligus memperkuat persaudaraan lintas paguyuban.
Konsolidasi selanjutnya melibatkan lebih banyak unsur masyarakat Maluku hingga terbentuk kepengurusan baru. Abu Zubair Latupono dipercaya sebagai Ketua Umum, Johanna Lusje Lethulur sebagai Sekretaris Umum, dan Fenny Kiat sebagai Bendahara Umum.
Rustam Lating mengaku bersyukur dan lega atas terbentuknya kepengurusan baru IBM Maluku Utara. Ia berharap organisasi tersebut tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Maluku di perantauan.
Menurut Rustam, tujuan utama menghidupkan kembali IBM adalah menyediakan rumah bersama agar masyarakat Maluku dapat saling membantu, menjaga persaudaraan, dan berkontribusi terhadap pembangunan Maluku Utara.
Ia menyebut masih banyak agenda yang perlu diwujudkan, antara lain penyediaan rumah singgah, mes mahasiswa, peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) masyarakat Maluku, serta sumbangsih pemikiran dan gagasan bagi pembangunan daerah.
Baginya, keberadaan IBM harus menjadi kekuatan kolektif yang mampu menjembatani kebutuhan masyarakat Maluku sekaligus mempererat hubungan dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat di Maluku Utara.
Sementara itu, Salasa Rumkel, yang kini menjabat Sekretaris Divisi Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) IBM Maluku Utara, menilai keberhasilan pelantikan pengurus merupakan hasil kerja bersama masyarakat Maluku dan komunikasi yang terbangun dengan baik.
Ia mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten dan kota, terhadap keberadaan IBM Maluku Utara.
Menurut Salasa, kehadiran ribuan warga Maluku dalam pelantikan di Bella International Hotel pada 17 Oktober 2026 menjadi bukti bahwa soliditas dan semangat persaudaraan masyarakat Maluku masih terjaga.
“Kerja keras semua orang Maluku yang ada di Maluku Utara nampak jelas, begitu juga komunikasi yang baik dari Abang Ketua Umum dan jajaran. Dukungan pemerintah juga luar biasa bagi IBM Maluku Utara,” ujarnya.
Kebangkitan kembali IBM Maluku Utara kini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat Maluku lintas paguyuban. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan semangat konsolidasi tersebut menjadi program nyata, terutama dalam bidang sosial, pendidikan, pengembangan SDM, dan kontribusi bagi pembangunan Maluku Utara.
Dengan demikian, IBM diharapkan tidak hanya menjadi simbol persaudaraan, tetapi juga rumah bersama yang mampu memberikan manfaat bagi generasi muda dan seluruh masyarakat Maluku di Maluku Utara.
Ridwan S.



