Korannusantara.id – JAKARTA, Pengamat Sosial dan Politik, Dedi Siregar, mengapresiasi langkah Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono dalam memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).
Dedi menilai kesiapan Kodam VI/Mulawarman mengerahkan sebanyak 5.448 personel untuk mendukung penanganan Karhutla di seluruh kabupaten/kota di Kaltim menunjukkan kesiapsiagaan aparat dalam menghadapi potensi kebakaran.
“Ribuan personel yang disiapkan Kodam VI/Mulawarman merupakan langkah taktis dalam menangani Karhutla. Langkah ini patut kita apresiasi karena penanganan Karhutla membutuhkan kesiapan personel dan koordinasi yang kuat di lapangan,” kata Dedi, Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, upaya pencegahan harus menjadi prioritas agar kebakaran dapat ditangani sedini mungkin sebelum meluas.
“Pencegahan menjadi kunci. Jangan sampai kita baru bergerak setelah api membesar. Deteksi dini dan patroli di wilayah rawan harus diperkuat sehingga potensi kebakaran dapat segera diketahui dan ditangani,” ujarnya.
Dedi juga mengapresiasi rencana penyiapan posko terpadu hingga tingkat desa dan kelurahan. Menurutnya, keberadaan posko tersebut dapat memperkuat patroli rutin sekaligus mempercepat deteksi dini di wilayah rawan Karhutla.
Ia menilai kesiapan personel dalam jumlah besar menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat respons di lapangan, terutama ketika terjadi kebakaran yang membutuhkan mobilisasi cepat dan koordinasi lintas sektor.
Namun, Dedi mengingatkan bahwa penanganan Karhutla tidak berhenti setelah api berhasil dikendalikan.
“Setelah api berhasil dikendalikan, pekerjaan belum selesai. Harus ada rehabilitasi lahan dan ekosistem serta evaluasi agar penanganan berikutnya dapat dilakukan lebih baik dan sesuai dengan standar operasional yang berlaku,” jelasnya.
Dedi menambahkan, keberhasilan penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, sektor swasta, dan masyarakat dinilai penting untuk memastikan penanganan berjalan efektif.
“Langkah-langkah strategis penanganan yang dipaparkan Pangdam VI/Mulawarman sangat kita apresiasi. Apalagi penanganan Karhutla dilakukan secara lintas lini bersama jajaran Polda Kaltim, Pemprov Kaltim, BPBD, Manggala Agni, sektor swasta, dan masyarakat,” tutur Dedi.
Ia berharap koordinasi lintas sektor terus diperkuat sehingga penanganan Karhutla di Kalimantan Timur tidak hanya berfokus pada pemadaman ketika kebakaran terjadi, tetapi juga mengedepankan pencegahan, kesiapsiagaan, perlindungan masyarakat, dan pemulihan lingkungan.
“Semua pihak harus bergerak bersama. Karhutla adalah persoalan yang membutuhkan kerja kolektif, sehingga koordinasi dari tingkat provinsi sampai desa harus terus diperkuat,” pungkas Dedi Siregar.



