korannusantara.id – PADANGSIDIMPUAN, Selasa 18 Agustus 2026, Kepemimpinan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Padangsidimpuan, Hasanuddin Sipahutar, menjadi sorotan menyusul ketidakhadirannya dalam agenda pembukaan maupun penutupan pertandingan tinju Boxing Camp Pemuda Pancasila yang digelar di Alaman Bolak, Kota Padangsidimpuan.
Sorotan tersebut muncul lantaran tinju merupakan salah satu cabang olahraga prestasi yang berada dalam pembinaan KONI. Kehadiran pengurus KONI dalam berbagai kegiatan cabang olahraga dinilai penting sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap pembinaan atlet di daerah.
Dalam acara pembukaan pertandingan tinju tersebut, Wali Kota Padangsidimpuan H. Letnan Dalimunthe diketahui hadir. Namun, Ketua KONI Kota Padangsidimpuan Hasanuddin Sipahutar tidak terlihat dalam agenda tersebut. Hal serupa juga disebut terjadi pada acara penutupan pertandingan.
Kondisi tersebut kemudian menjadi perhatian setelah Hasanuddin Sipahutar diketahui menghadiri pembukaan Marini Yuliana Cup II cabang olahraga futsal.
Futsal merupakan salah satu cabang olahraga sepak bola yang pembinaannya berada di bawah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Perbedaan kehadiran tersebut memunculkan pertanyaan dari kalangan pemerhati olahraga mengenai perhatian dan komitmen KONI Kota Padangsidimpuan terhadap seluruh cabang olahraga prestasi yang menjadi bagian dari pembinaan olahraga di daerah.
Sejumlah pihak menilai, sebagai induk organisasi olahraga prestasi di daerah, KONI seharusnya memberikan perhatian secara proporsional kepada berbagai cabang olahraga. Dukungan tersebut tidak hanya berupa kehadiran dalam kegiatan pertandingan, tetapi juga melalui pembinaan, komunikasi, serta perhatian terhadap perkembangan atlet dan organisasi cabang olahraga.
Apalagi, pertandingan tinju Boxing Camp Pemuda Pancasila tersebut melibatkan atlet dan mendapat perhatian masyarakat Kota Padangsidimpuan. Kehadiran unsur KONI dinilai dapat menjadi bentuk dukungan moral bagi para atlet yang tengah berkompetisi.
Awak media kemudian berupaya melakukan konfirmasi kepada Ketua KONI Kota Padangsidimpuan Hasanuddin Sipahutar terkait alasan ketidakhadirannya pada pembukaan maupun penutupan pertandingan tinju tersebut.
Konfirmasi telah disampaikan dan diberikan waktu selama 2 x 24 jam. Namun, hingga berita ini disusun, belum diperoleh tanggapan dari Hasanuddin Sipahutar.
Dengan demikian, alasan pasti mengenai ketidakhadiran Ketua KONI Padangsidimpuan dalam agenda pertandingan tinju tersebut masih belum diketahui.
Pemberitaan ini tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan adanya pelanggaran atau kesalahan dari pihak tertentu. KONI Kota Padangsidimpuan, Hasanuddin Sipahutar, maupun pihak terkait lainnya tetap memiliki hak jawab dan ruang untuk memberikan klarifikasi mengenai persoalan tersebut.
(Indra Saputra)



