Korannusantara.id – KOTAPINANG, Suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Kotapinang, Senin (17/8/2026), berlangsung khidmat. Dalam momentum tersebut, Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Fery Sahputra Simatupang bertindak sebagai Inspektur Upacara sekaligus menyerahkan remisi kepada warga binaan.
Turut hadir Wakil Bupati Labusel Syahdian Purba Siboro, Ketua DPRD Labusel Ari Winata, Kapolres Labusel AKBP Rosef Efendi, Kajari Labusel Alexander Zaldi, perwakilan Dandim 0209/LB, serta sejumlah undangan lainnya.
Pada upacara tersebut, remisi diberikan kepada 93 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Remisi terbagi dalam dua kategori, yakni RU1 sebanyak 91 orang dan RU2 sebanyak dua orang, dengan pengurangan masa pidana antara satu hingga empat bulan.
Dari jumlah tersebut, dua WBP langsung menghirup udara bebas setelah memperoleh remisi. Keduanya yakni Aldi Afandi, narapidana kasus pencurian getah karet yang memperoleh remisi satu bulan, serta Irwansyah Putra Lubis, narapidana kasus penyalahgunaan narkoba yang mendapat remisi empat bulan.
Dalam amanatnya, Bupati Fery Sahputra Simatupang memberikan motivasi kepada para WBP agar menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan membangun kehidupan yang lebih baik.
Ia berharap para warga binaan yang masih menjalani masa pidana maupun yang telah bebas dapat mengambil pelajaran dari masa lalu, tidak mengulangi kesalahan, serta mampu kembali berbaur dan memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas III Kotapinang, Haris Damanik, mengatakan pemberian remisi diharapkan menjadi motivasi bagi WBP untuk terus menjaga perilaku selama menjalani pembinaan.
“Bagi yang bebas, kami berharap tidak mengulangi kesalahan dan dapat bermasyarakat secara baik,” ujarnya.
Selain penyerahan remisi, kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Kelas III Kotapinang juga diisi dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan tradisional yang diikuti WBP. Di antaranya balap kelereng, memasukkan paku ke dalam botol, dan balap karung.
Momentum tersebut menjadi bagian dari pembinaan sekaligus pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang bebas dari jeruji, tetapi juga tentang kesempatan untuk berubah, memperbaiki diri, dan kembali menjadi bagian yang baik dari masyarakat.
( Irpan )



