Korannusantara.id – JAKARTA, Aliansi Mahasiswa Pemuda Pemantau Kebijakan Pemerintah (AMP2K) kembali menggelar aksi demonstrasi Jilid II di Mabes Polri, Jakarta, mendesak Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengusut dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Sungai Batang Gadis, Panabari, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.13 Agustus 2026
Koordinator aksi AMP2K, Noprianda Rhamadan Nasution, meminta aparat tidak hanya menindak pekerja lapangan, tetapi juga menelusuri pihak yang diduga menjadi pemodal, pengelola, maupun fasilitator aktivitas tambang ilegal.
“Kami meminta Kapolri segera mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas tambang ilegal di wilayah Sungai Batang Gadis, Panabari,” ujar Noprianda.
AMP2K mengingatkan bahwa Polda Sumatera Utara sebelumnya telah melakukan penindakan di kawasan tersebut pada Maret 2026 dengan mengamankan 12 ekskavator dan 17 orang. Dua orang kemudian ditetapkan sebagai tersangka.
Dalam aksi tersebut, AMP2K juga meminta Kapolri memanggil dan memeriksa Kepala Desa Beringin Jaya, Mandailing Natal, berinisial A-S, yang disebut massa diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas PETI di kawasan perbatasan Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal.
“Karena kami nilai dan kami duga, serta berdasarkan informasi yang kami terima, oknum kepala desa ini diduga sering terlibat dalam aktivitas PETI,” kata Noprianda.
AMP2K menegaskan dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan alat bukti yang sah. Mereka menyerahkan sepenuhnya proses pembuktian kepada aparat penegak hukum.
Selain itu, AMP2K mendesak evaluasi terhadap Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Anton Santoso, dan Kapolres Mandailing Natal AKBP Bagus Priandy terkait penanganan persoalan PETI.
AMP2K menyatakan akan terus mengawal kasus tersebut dan mempertimbangkan aksi Jilid III apabila dinilai belum ada langkah penegakan hukum yang memadai.



