Korannusantara.id – Jakarta, Persatuan Nasional Pemuda Indonesia (PNPI) mendorong pemerintah untuk memperkuat sinergi dengan generasi muda dalam menyukseskan seluruh program strategis Presiden Prabowo Subianto. Keterlibatan aktif pemuda dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat pembangunan nasional menuju Indonesia yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Ketua Umum PNPI, Syamsul Rizal, mengatakan bahwa Indonesia memiliki bonus demografi yang menjadi modal besar bagi pembangunan. Menurutnya, pemuda harus diposisikan sebagai mitra strategis pemerintah karena memiliki kreativitas, inovasi, semangat perubahan, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Keberhasilan program-program Presiden Prabowo tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda. Pemuda harus menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek,” ujar Syamsul Rizal.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan akan mempercepat lahirnya berbagai inovasi, baik di tingkat daerah maupun nasional. Selain itu, pemuda juga dapat berperan sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat melalui sosialisasi berbagai program pembangunan.
Syamsul Rizal mengajak seluruh pemuda Indonesia untuk mengedepankan semangat persatuan di atas segala perbedaan. Menurutnya, dinamika politik yang telah dilalui harus menjadi momentum untuk kembali bersatu membangun bangsa.
“Perbedaan pandangan politik tidak boleh menghambat tekad bersama dalam membangun Indonesia. Setelah proses demokrasi selesai, seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab yang sama untuk mendukung program-program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemuda harus menjadi pelopor dalam penguatan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan kewirausahaan, ekonomi kreatif, digitalisasi usaha, pemberdayaan UMKM, serta inovasi di sektor pertanian, perikanan, dan industri berbasis teknologi.
Menurutnya, dengan dukungan pemerintah, potensi generasi muda Indonesia dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan daya saing bangsa di tingkat global.
PNPI juga mendorong pemerintah untuk terus membuka ruang dialog, kolaborasi, dan partisipasi bagi organisasi kepemudaan dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan program pembangunan. Pelibatan pemuda secara aktif diyakini akan melahirkan kebijakan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap setiap program pemerintah.
“Pembangunan bangsa tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat, mulai dari organisasi kepemudaan, akademisi, pelaku usaha, tokoh masyarakat, hingga berbagai komunitas agar pembangunan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Syamsul Rizal.
Sebagai organisasi kepemudaan, PNPI menyatakan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam menggerakkan partisipasi generasi muda melalui berbagai program pendidikan, pelatihan kepemimpinan, penguatan wawasan kebangsaan, pemberdayaan ekonomi, aksi sosial, serta pengembangan inovasi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Syamsul Rizal optimistis bahwa sinergi yang kuat antara pemerintah dan pemuda akan mempercepat pelaksanaan berbagai program strategis nasional sekaligus mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, adil, makmur, dan berdaya saing tinggi.
“Sudah saatnya pemuda tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama pembangunan. PNPI siap bersinergi dengan pemerintah untuk menyukseskan seluruh program Presiden Prabowo demi mewujudkan Indonesia yang semakin maju, kuat, dan sejahtera bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutupnya.



