Korannusantara.id, Jakarta – Langkah cepat Polda Metro Jaya dalam mengintensifkan patroli rutin dan razia wilayah pada titik-titik rawan di wilayah hukumnya mendapat dukungan dan apresiasi tinggi dari berbagai elemen masyarakat, termasuk dari pemerhati institusi Polri, Nasky.
Analis kebijakan publik dan sosial-politik nasional, Nasky Putra Tandjung mengatakan, Pembentukan Tim Preventive Strike (serangan pemcegahan) Polda Metro Jaya dibawah kepemimpinan Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Asep Edi Suheri dinilai menjadi langkah strategis guna untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) diwilayah Jakarta serta daerah penyangga agar tetap aman dan kondusif.
Menurut Nasky, Kehadiran tim Preventive Strike sebagai respons cepat serta wujud aksi nyata Polda Metro Jaya terhadap maraknya narasi dan opini yang berkembang saat ini diberbagai media sosial mengenai isu peningkatan pengamanan di pusat perbelanjaan (mal) dan perkantoran menjelang pertengahan Agustus.
“Oleh sebab itu, sebagai bagian elemen masyarakat sipil(civil society), Kami mengapresiasi dan mendukung penuh langkah antisipatif dan komitmen jajaran Polda Metro Jaya dibawah kepemimpinan Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Asep Edi Suheri dalam membentuk Tim Preventive Strike serta mengintensifkan patroli kewilayahan guna mengantisipasi potensi tindak kejahatan yang memanfaatkan keresahan warga terkait isu yang berkembang saat ini, guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Jakarta tetap tertib dan kondusif,” kata Nasky dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, pada Senin (3/7/2026).
Selain itu, Alumnus INDEF School Of Political Economy Jakarta itu mengatakan, Dalam perspektif kebijakan publik kehadiran tim Preventive Strike merupakan sebagai salah satu kebijakan strategis aparat kepolisian dalam mengedepankan deteksi dini dan mitigasi terhadap potensi gangguan ketertiban dan keamanan masyarakat dengan memanfaatkan data-data yang objektif, proporsional, dan komprehensif agar gangguan dapat dicegah sejak awal dalam koridor ketentuan aturan hukum yang berlaku.
“Tindakan ini dinilai sebagai bentuk komitmen Polri, terkhsusnya Polda Metro Jaya dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat agar tetap aman dan nyaman. Respon cepat Kapolda Metro Jaya menunjukkan komitmen dan keseriusan jajaran Polda Metro Jaya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) Jakarta untuk Indonesia agar tetap aman dan kondusif,” ucap dia.
Karena itu, Menurut Founder Nasky Milenial Center (NMC) mendukung penuh segala upaya dilakukan Korps Bhayangkara untuk menjaga kepentingan publik dengan memastikan situasi ketertiban dan keamanan masyarakat (Kamtibmas) terkendali, serta mencegah dan menindak tegas kelompok-kelompok yang berupaya memicu kerusuhan atau membuat situasi keamanan dan kenyamanan masyarakat tidak kondusif di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
“Ia menambahkan, Keberhasilan institusi kepolisian negara republik Indonesia (Polri), terkhususnya Polda Metro Jaya tidak hanya dapat diukur dari banyaknya tindakan penegakan hukum, tetapi juga dari kemampuan menciptakan situasi rasa keamanan dan kenyaman bagi seluruh masyarakat diwilayah kerjanya masin-masing,’ tegasnya.
Lebih lanjut, Nasky yang merupakan penulis buku “Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata, dan Dedikasi untuk Masyarakat”, mengingatkan dan mengimbau elemen masyarakat untuk tetap tenang, jangan mudah terpancing dengan narasi dan provokasi yang belum terverifikasi kebenarannya soal akan terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) diwilayah Jakarta dan sekitarnya.
Ia menyerukan semua pihak mendukung penuh langkah Polda Metro Jaya dalam menjalin sinergitas dengan TNI, Pemda, dan elemen masyarakat dalam mewaspadai terhadap adanya penyusupan baik bertujuan gangguan keamanan, ekonomi, pertahanan, bahkan sosial-politik.
“Mari sama-sama kita mendukung kinerja aparat kepolisian yang bertugas untuk mengusut tuntas fakta-fakta kebenaran yang sesungguhnya terjadi dilapangan agar tidak menimbulkan multi persepsi serta meresahkan masyarakat lainnya dalam beraktivitas guna mengantisipasi potensi tindak kejahatan yang memanfaatkan keresahan warga terkait isu yang belum terferivikasi kebenarannya,” jelas dia.
Diakhir pernyataannya, Ia mengajak masyarakat meningkatkan literasi dalam bermedia sosial. Kami meminta masyarakat agar lebih bijak dan rasional dalam menerima informasi dan tidak turut menyebarkan konten yang belum terverifikasi kebenarannya ditengah derasnya arus informasi di media sosial saat ini. “Jika menemukan aktivitas mencurigakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian terdekat atau melalui layanan call center 110 yang aktif 24 jam,” pungkasnya.
Diketahui, Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Asep Edi Suheri membentuk Tim Preventive Strike untuk mengantisipasi potensi kerusuhan dan menjaga keamanan di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Hal itu sekaligus mengantisipasi kabar aksi besar pada Agustus 2026.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan tim tersebut beranggotakan personel dari seluruh direktorat operasional di lingkungan Polda Metro Jaya. Tim telah disiapkan sebagai langkah mitigasi apabila muncul kelompok yang berupaya mengganggu keamanan.
“Jadi sudah melakukan mitigasi awal apabila ada kelompok-kelompok yang mencoba membuat kerusuhan, membuat situasi tidak nyaman dan aman di wilayah hukum Polda Metro Jaya termasuk wilayah-wilayah penyangga, akan dilakukan tindakan tepat, tegas, dan terukur,” kata Budi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (31/7/2026).



