Korannusantara.id – Jakarta, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya lima peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Angkatan 2026 yang sedang mengikuti pelatihan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).
Kelima peserta tersebut dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti rangkaian pembentukan karakter melalui latihan bela negara dan pelatihan manajerial.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan RI, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menegaskan bahwa program pendidikan dilaksanakan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku. Ia juga menyatakan bahwa seluruh peserta mengikuti program SPPI secara sukarela, tanpa adanya unsur paksaan dari panitia maupun pihak militer.
Berikut nama-nama peserta SPPI yang meninggal dunia, Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, Nola Dya Sari
Terkait aspek kesehatan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia menjelaskan bahwa panitia telah menerapkan standar pengawasan medis selama pelatihan. Menurutnya, setiap peserta yang mengalami gangguan kesehatan langsung mendapatkan penanganan awal dari tim medis di satuan pendidikan.
Turut berduka cita atas kepergian kelima peserta. Semoga almarhum dan almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.



