Korannusantara.id, Jakarta – Analis kebijakan publik dan politik nasional sekaligus Ketua Indonesia Youth Epicentrum, Nasky Putra Tandjung menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.
Dalam pernyataannya, Penulis buku “Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata, dan Dedikasi untuk Masyarakat”, ini mengungkapkan do’a, harapan terbaik, dan dukungan penuhnya terhadap kinerja, tugas mulia, dan dedikasi tinggi Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang saat ini memimpin institusi kepolisian negara republik Indonesia (Polri) dalam berbagai dinamika tugas kebangsaan, dinamika situasi geopolitik global yang tak menentu.
“Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (civil society), Saya mengucapkan selamat ulang tahun kepada Bapak Kapolri, Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Panjang umur, sehat selalu, serta selalu diberkahi kekuatan oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa dalam setiap menjalankan tugas dan dedikasinya kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Nasky dalam keterangan persnya, di Jakarta, pada Rabu (6/5/2026).
Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Transformasi Polri
Masyarakat memiliki harapan besar terhadap Polri, yakni Polisi yang tegas, namun humanis, polisi yang mampu memberikan pelayanan terbaik dan transparan. Harapan masyarakat akan polisi kini ada di depan mata. Polri Di bawah komando Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Bertekad menjadikan Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan).
Nasky Alumnus INDEF School Of Political Economy Jakarta menilai, sosok Kapolri selama ini telah menjadi figur progresif, inspiratif, dan transformatif dalam setiap menjalankan tugas-tugas kenegaraan dengan penuh integritas, loyalitas, dedikasi tinggi, dan rasa tanggung jawab.
“Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo adalah teladan dalam kepemimpinan, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan nasional serta membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri ditengah berbagai tantangan dinamika kebangsaan. Semoga Kapolri tetap kuat, teguh, dan terus menjadi teladan bagi seluruh elemen bangsa,” tegas Nasky.
Lebih lanjut, dibawah kepemimpinan Kapolri, Polri terus berbenah serta melakukan langkah-langkah inovasi yang progresif dalam sejarah Polri, yang kini tidak hanya berfungsi sebagai penjaga ketertiban, tetapi juga bagian dari penyelesaian konflik sosial secara aktif, responsif, dan preventif.
“Ini menandai transformasi besar Polri sebagai institusi yang tidak hanya menjaga stabilitas, tetapi juga membangun keadilan sosial secara nyata. Ia juga menyoroti pemikiran Kapolri terkait demokrasi dan HAM, yang menempatkan Polri sebagai fasilitator kebebasan sipil. Dalam konteks ini, kebebasan berpendapat dijamin konstitusi dan harus dikawal tanpa intimidasi selama berada dalam koridor hukum,” katanya.
Dalam lanskap kebijakan keamanan nasional yang terus bergerak dinamis, program Beyond Trust Presisi dapat dibaca bukan sekadar sebagai kelanjutan administratif dari visi Polri Presisi, melainkan sebagai fase konsolidasi dan akselerasi institusional. Program ini dirancang sebagai instrumen evaluatif sekaligus korektif—sebuah mekanisme refleksi internal Polri untuk memastikan bahwa agenda besar kelembagaan tidak berhenti pada slogan transformasi, melainkan terukur dalam capaian konkret yang selaras dengan delapan misi Asta Cita, tujuh belas program prioritas nasional, serta delapan program hasil terbaik cepat yang dicanangkan pemerintah.
“Pada titik inilah makna “beyond trust” menemukan relevansinya. Jika Presisi berbicara tentang membangun kepercayaan publik melalui prediktivitas, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan, maka Beyond Trust bergerak melampaui sekadar pemulihan legitimasi; ia menargetkan institusionalisasi kepercayaan sebagai fondasi stabilitas nasional. Kepercayaan tidak lagi diposisikan sebagai akibat, tetapi sebagai prasyarat pembangunan,” jelas Nasky.
Dalam konteks pemerintahan Presiden Prabowo Subianto periode 2024–2029 dengan visi “Indonesia Maju, Mandiri, dan Berdaulat menuju Indonesia Emas 2045”, arah transformasi Polri Presisi menemukan titik sinkronisasinya.
Delapan misi Asta Cita—mulai dari penguatan ideologi Pancasila dan demokrasi, peningkatan lapangan kerja, hilirisasi industri, reformasi hukum dan birokrasi, swasembada pangan dan energi, penguatan SDM, pembangunan berbasis desa, hingga harmoni lingkungan dan toleransi—membutuhkan fondasi keamanan yang stabil.
Menurut pandangan Nasky, relasi antara Presisi dan Asta Cita bersifat struktural, bukan kosmetik. Reformasi hukum dan pemberantasan korupsi menuntut aparat penegak hukum yang profesional dan transparan. Swasembada pangan dan energi memerlukan jaminan keamanan distribusi dan perlindungan aset strategis. Penguatan demokrasi dan HAM mensyaratkan kepolisian yang akuntabel serta humanis. Dengan demikian, transformasi Polri tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi simpul penting dalam orkestrasi pembangunan nasional.
Jika Presisi adalah paradigma, maka Beyond Trust Presisi adalah fase pendalaman—sebuah upaya menegaskan bahwa legitimasi institusi keamanan hanya akan kokoh ketika ia berjalan seiring dengan cita-cita besar bangsa. Di sinilah Polri diuji: bukan semata sebagai aparat penegak hukum, tetapi sebagai penjaga stabilitas yang memungkinkan Indonesia melangkah menuju 2045 dengan fondasi yang tertib, adil, dan berkepercayaan.
Diakhir keterangannya, Founder Nasky Milenial Center menegaskan, Kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di mata masyarakat dikenal sebagai pemimpin yang tegas, disiplin, namun juga dekat dengan tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan berbagai elemen masyarakat lainnya seperti: Buruh, dan Ojek online (Ojol). Ia sering turun langsung ke lapangan, silaturahmi dengan tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, petani, komunitas ojol, dan forum buruh untuk mendengar aspirasi mereka dan masukan dari merekan untuk perbaikan institusi Polri.
Menurutnya, Kepemimpinan Listyo Sigit Prabowo dinilai mengedepankan sikap patriotik, nasionalisme, integritas, dan kerja nyata. Gaya komunikasinya yang lugas dan karismatik membuatnya menjadi salah satu tokoh yang paling berpengaruh di Indonesi saat ini.
“Ucapan ini sebagai bentuk apresiasi dan dukungan penuh saya terhadap kinerja serta pengabdian Kapolri beserta jajarannya dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, serta keberhasilan Polri dalam mewujudkan asta cita pemerintahan Presiden RI, Prabowo kepada masyarakat Indonesia,” pungkasnya.



