Korannusantara.id – Jakarta, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Ahmad Fauzi, memberikan atensi khusus terhadap dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Provinsi Riau belakangan ini.
Dalam keterangannya di Jakarta, Fauzi menekankan pentingnya penguatan fungsi deteksi dini melalui kemitraan Bhabinkamtibmas di tengah munculnya berbagai kasus kriminalitas yang meresahkan.
Apresiasi Pemberantasan Narkoba
PB HMI memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kapolda Riau beserta jajaran atas komitmen tanpa kompromi dalam memberantas peredaran gelap narkotika.
“Kami melihat kerja keras Polda Riau dalam memutus mata rantai narkoba sangat luar biasa. Ini adalah langkah vital untuk menyelamatkan generasi muda Riau dari kehancuran,” ujar Ahmad Fauzi.
Keresahan Atas Kriminalitas yang Meningkat
Namun, Fauzi juga menyoroti fenomena beberapa pekan terakhir di mana terjadi rentetan kasus kriminal yang tergolong mengerikan dan mengusik rasa aman publik di Provinsi Riau. Menurutnya, kondisi ini memerlukan respons cepat dan preventif agar tidak mencederai citra Riau sebagai pusat peradaban.
“Riau bukan sekadar wilayah administratif, ia adalah Tanah Air Kebudayaan Melayu yang berakar kokoh. Bumi Lancang Kuning dikenal harmonis karena adat dan budaya Melayu membentuk karakter masyarakat yang lembut, bersih, dan berintegritas. Kriminalitas yang terjadi belakangan ini sangat kontras dengan nilai-nilai luhur yang kita junjung,” tegas putra daerah Riau tersebut.
Desakan Penguatan Bhabinkamtibmas dan Edukasi
Guna mengembalikan situasi Kamtibmas yang kondusif, Ahmad Fauzi meminta Kapolda Riau untuk menginstruksikan seluruh jajaran, mulai dari tingkat Polres hingga Polsek, untuk memaksimalkan peran Bhabinkamtibmas.
1. Deteksi Dini: Bhabinkamtibmas harus menjadi garda terdepan dalam mendeteksi potensi konflik dan kriminalitas di tingkat desa/kelurahan.
2. Pencegahan Kriminalisasi: Memastikan penegakan hukum berjalan objektif dan mengedepankan pendekatan persuasif agar tidak terjadi salah sasaran atau kriminalisasi yang merugikan masyarakat kecil.
3. Massifkan Edukasi: Melakukan sosialisasi keamanan secara berkelanjutan untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat.
Harapan untuk Riau yang Damai
Menutup pernyataannya, Ahmad Fauzi berharap sinergi antara kepolisian, tokoh adat, dan mahasiswa dapat terjalin lebih erat.
“Kita ingin Riau kembali ke jati dirinya; sebuah provinsi yang Damai, Aman, dan Harmonis. Kepolisian harus hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tapi sebagai pengayom yang memberikan rasa tenang hingga ke pelosok-pelosok kampung di Riau,”



