Korannusantara.id – Jakarta, 4 Mei 2026, Pemuda Al-Irsyad bersama sekitar 40 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam secara resmi mendatangi Mabes Polri untuk melaporkan dugaan penyebaran informasi yang telah dipotong dan berpotensi menyesatkan publik terkait ceramah Jusuf Kalla.
Laporan tersebut ditujukan kepada sejumlah pihak, yakni Ade Armando, Grace Natalie, serta Permadi Arya, yang diduga terlibat dalam penyebaran dan penguatan narasi atas potongan video ceramah yang tidak utuh di ruang publik digital.
Ketua Umum Pemuda Al-Irsyad, Sami Muhamad, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dalam menjaga kualitas informasi di ruang publik serta mencegah terjadinya polarisasi agama yang karena penyebaran potongan video di tengah masyarakat.
“Kami melihat adanya penyebaran potongan video yang tidak utuh dan berpotensi membentuk persepsi yang keliru di masyarakat. Ini bukan hanya soal individu, tetapi menyangkut bagaimana ruang publik kita dijaga agar tetap sehat dan tidak dipenuhi oleh narasi yang terdistorsi,” ujar Sami Muhamad.
Ia menegaskan bahwa laporan ini sebagai upaya menjaga stabilitas sosial dan mendorong literasi digital yang lebih baik.
“Di era digital saat ini, potongan informasi bisa menjadi sangat berbahaya jika tidak disertai konteks yang utuh. Oleh karena itu, kami mendorong agar setiap informasi yang beredar dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan etika,” tambahnya.
Pemuda Al-Irsyad menilai bahwa penyebaran konten yang telah dipotong dari konteks aslinya berpotensi:
Menyesatkan opini publik
Memicu kegaduhan sosial
Mengganggu keharmonisan masyarakat dan kerukunan umat beragama
Membentuk narasi yang tidak sesuai dengan fakta utuh
Pemuda Al-Irsyad menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh proses hukum yang berjalan dan menyerahkan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum secara profesional dan objektif.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi secara utuh.
Melalui langkah ini, Pemuda Al-Irsyad bersama ormas Islam lainnya berharap dapat memberikan kontribusi dalam menjaga ruang publik yang sehat, berimbang, serta berbasis pada kebenaran dan konteks yang utuh.
“Persatuan bangsa harus tetap menjadi prioritas utama di atas segala bentuk perbedaan dan dinamika informasi yang berkembang,” tutup Sami Muhamad.



