Jakarta – Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) melakukan audiensi dengan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono. Pertemuan tersebut membahas persiapan Kongres SEMMI ke-IX yang akan digelar di Banten pada 21-24 Juli 2026.
Ketua Umum PB SEMMI, Bintang Wahyu Saputra, mengatakan audiensi itu menghasilkan sejumlah dukungan konkret dari pemerintah. Salah satunya, kepastian kehadiran Menkop Ferry dalam agenda kongres tersebut.
“Kami menyampaikan langsung rencana Kongres SEMMI ke-IX, dan Menkop Ferry menyambut dengan sangat baik. Beliau memastikan akan hadir di Banten sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan mahasiswa,” ujar Bintang usai pertemuan di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Menurut Bintang, dukungan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah mendorong penguatan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi di kalangan generasi muda. Ia menilai kehadiran Menkop Ferry tidak sekadar simbolik, tetapi menunjukkan keberpihakan terhadap penguatan ekonomi rakyat yang digerakkan mahasiswa.
Dalam pertemuan itu, lanjut Bintang, Menkop Ferry juga menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam membangun ekosistem koperasi nasional. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga terlibat langsung sebagai pelaku dalam gerakan koperasi.
Sebagai bagian dari agenda strategis, PB SEMMI berencana meluncurkan Koperasi Mahasiswa Merah Putih dalam Kongres SEMMI ke-IX. Inisiatif tersebut diharapkan menjadi wadah pemberdayaan ekonomi mahasiswa berbasis gotong royong.
“Koperasi Mahasiswa Merah Putih akan kami jadikan instrumen nyata untuk membangun kemandirian ekonomi mahasiswa. Ini adalah langkah awal menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan,” ucap Bintang.
Ia menambahkan, peluncuran koperasi tersebut merupakan refleksi nilai perjuangan SEMMI yang berakar pada semangat Syarikat Islam, yang menekankan keadilan ekonomi dan kemandirian umat.
PB SEMMI juga menyatakan dukungan terhadap program Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai sejalan dengan visi organisasi. Bintang menegaskan koperasi tidak hanya menjadi instrumen ekonomi, tetapi juga gerakan sosial yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Menkop Ferry turut membagikan buku berjudul “Koperasi Desa Merah Putih” kepada jajaran PB SEMMI. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi dan pemahaman terkait pengembangan koperasi desa di Indonesia.



