Korannusantara.id – Tapsel, Mahasiswa Universitas Aufa Royhan mendorong pemulihan ekonomi masyarakat Desa Batuhula melalui program pemberdayaan berbasis kreativitas dan kolaborasi warga.
Kegiatan ini berlangsung selama 2 hingga 27 Februari 2026 dalam Program Mahasiswa Berdampak.
Program tersebut diinisiasi oleh tiga organisasi kemahasiswaan, yakni HIMADEF, HIMAKER, dan HIMAKEM.
Ketiganya bekerja sama dengan masyarakat desa untuk menghadirkan solusi ekonomi pascabencana yang berkelanjutan.
Pendekatan yang digunakan berfokus pada pemanfaatan bahan bekas menjadi produk bernilai ekonomi.
Mahasiswa bersama warga mengolah pakaian donasi yang tidak layak pakai serta kayu gelondongan menjadi berbagai produk kreatif yang memiliki nilai guna sekaligus nilai jual.
Seluruh proses dilakukan secara partisipatif, mulai dari pemilahan bahan, pengolahan material, perancangan desain, hingga produksi dan pengemasan.
Produk yang dihasilkan kemudian dipersiapkan untuk dipasarkan ke pasar yang lebih luas.
Selain produksi, program ini juga menitikberatkan pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan pemasaran digital.
Warga diberikan pembekalan terkait strategi promosi di media sosial, teknik fotografi produk, serta penentuan harga jual yang kompetitif.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memperluas akses pasar.
Dengan demikian, peluang peningkatan pendapatan dapat terus berlanjut meskipun program telah selesai.
Kegiatan ini didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat di bawah Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai agen perubahan, tetapi juga mendorong lahirnya usaha kreatif berbasis potensi lokal yang dapat memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa.
(Ronald Harahap)




