Korannusantara.id – Pekanbaru, Proses seleksi calon direksi PT Riau Petroleum (Perseroda) yang kini telah memasuki tahap administrasi menjadi sorotan publik. Dari 16 pendaftar, sebanyak 13 orang dinyatakan lolos dan berhak melanjutkan ke tahap uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).
Ketua Umum BADKO HMI Riau-Kepri, Wiriyanto Aswir, menegaskan bahwa proses seleksi ini harus dijalankan secara transparan dan berintegritas tinggi. Ia mengingatkan agar tahapan yang berlangsung tidak sekadar menjadi formalitas, melainkan benar-benar mampu melahirkan sosok pemimpin yang kompeten dan memiliki rekam jejak yang jelas.
Menurut Wiriyanto, panitia seleksi memikul tanggung jawab besar untuk memastikan tidak adanya intervensi maupun praktik yang mencederai profesionalitas. Ia menekankan bahwa penilaian harus dilakukan secara objektif dengan mengedepankan aspek kompetensi, pengalaman, serta integritas para kandidat.
Ia juga menyoroti pentingnya pendalaman rekam jejak secara menyeluruh. Jabatan direksi pada perusahaan daerah strategis seperti PT Riau Petroleum, kata dia, membutuhkan figur yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki komitmen moral yang kuat.
“Kesalahan dalam memilih direksi bisa berdampak besar terhadap kinerja perusahaan sekaligus merusak kepercayaan publik,” ujarnya.
Karena itu, setiap calon harus dipastikan bebas dari catatan negatif yang berpotensi menghambat kinerja perusahaan ke depan.
Lebih lanjut, Wiriyanto menegaskan pihaknya akan terus mengawal proses seleksi hingga tuntas. Ia berharap tahapan ini benar-benar menghasilkan pemimpin yang mampu membawa PT Riau Petroleum menjadi BUMD yang profesional, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Menurutnya, momentum ini harus dimanfaatkan untuk melakukan pembenahan tata kelola BUMD secara menyeluruh, dimulai dari proses rekrutmen yang bersih dan berintegritas. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan daerah dapat terus terjaga dan meningkat.



