• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Serba Serbi Ramadhan

Mandodol Tradisi Masyarakat Asal Tapsel Menjelang Idhul Fitri

Redaksi by Redaksi
17 Maret 2026
in Serba Serbi Ramadhan
0
Mandodol Tradisi Masyarakat Asal Tapsel Menjelang Idhul Fitri
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

korannusantara.id, LABURA – Menjelang Perayaan Idul Fitri atau lebaran sering menjadi momentum munculnya makanan tradisional khas yang disajikan oleh masyarakat. Salah satunya di Kabupaten Labuhanbatu Utara, ada makanan khas yang berasal dari Suku Mandailing yang disebut dodol ulame.

Menjelang Idul Fitri tahun 1447 H/2026 M ini banyak masyarakat di seputaran Labura menyiapkan pembuatan dodol ulame. Bahkan di penghujung Ramadan, pembuatan dodol ulame terus meningkat apalagi menjelang hari Raya Idhul Fitri. Selasa (17/3/26).

Salah seorang warga Dusun Panduan Desa Silumajang Kecamatan Na.IX-X Labura, Lia mengatakan kurang pas rasanya jika makanan di hari raya IdulFitri tidak disertai dengan dodol ulame.

“Dodol ulame ini disajikan untuk dinikmati bersama keluarga dan kurang pas rasanya jika lebaran nanti tak ada dodol ulame,” ujar Lia

Lia menjelaskan dalam memproduksi dodol ulame cukup membutuhkan waktu yang cukup lama. Dimulai dari memanaskan santan kelapa kental. Selanjutnya dimasak dengan menyeduh adonan tepung pulut putih atau hitam. Kemudian, proses memasak dilakukan di dalam kuali besi berukuran besar setelah sebelumnya dicampur dengan komposisi gula dan bahan lainnya.

“Saat dimasak di atas api yang dibiarkan terus menyala, adonan terus diaduk hingga kental dan kenyal, jika dodol ini dimasak dengan ukuran 5 kg bahkan membutuhkan waktu 10 sampai 12 jam,” jelasnya.

Setelah matang, adonan dodol dalam kondisi kental dikemas dalam bungkusan. Ada yang memasukkan ke dalam plastik. Paling sering warga membungkusnya menggunakan sumpit.

(red)

93
Tags: Idhul FitriTradisiTradisional
Previous Post

Dugaan Kekerasan Seksual di Pelatnas Panjat Tebing, FPTI Jakarta Selatan Desak Proses Hukum Menyeluruh

Next Post

Andilan Kebo Jadi Gerakan Kolektif, MKB Gaungkan Kebersamaan Jelang Lebaran

Redaksi

Redaksi

Satu Klik Rubah Dunia

Next Post
Andilan Kebo Jadi Gerakan Kolektif, MKB Gaungkan Kebersamaan Jelang Lebaran

Andilan Kebo Jadi Gerakan Kolektif, MKB Gaungkan Kebersamaan Jelang Lebaran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Ucapan Selamat

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.