• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
Advertisement
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Artikel

Andilan Kebo Jadi Gerakan Kolektif, MKB Gaungkan Kebersamaan Jelang Lebaran

W D by W D
17 Maret 2026
in Artikel
0
Andilan Kebo Jadi Gerakan Kolektif, MKB Gaungkan Kebersamaan Jelang Lebaran
0
SHARES
22
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Majelis Kaum Betawi (MKB) kembali menggelar tradisi Andilan Kebo sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat Betawi dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Pondok Ranggon, Jakarta Timur, pada 18 Maret 2026. Acara tersebut rencananya turut dihadiri Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Tradisi Andilan Kebo sebelumnya diinisiasi oleh Marullah Matali pada 2025. Saat itu, kegiatan digelar bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno atau yang akrab disapa Bang Doel di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan.

Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi, Fauzi Bowo atau Bang Foke, mendorong agar tradisi ini terus dijaga dan dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya Betawi.

Menurut Fauzi, Andilan Kebo tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga merepresentasikan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong yang telah lama hidup di tengah masyarakat Betawi.

“Tradisi ini harus terus dirawat. Andilan Kebo mencerminkan semangat kebersamaan, keadilan, dan kepedulian sosial masyarakat Betawi,” ujar Fauzi.

Ia menilai, pelestarian tradisi menjadi penting di tengah dinamika kehidupan perkotaan agar nilai budaya lokal tidak tergerus perkembangan zaman.

Sementara itu, Marullah Matali menyebut pelaksanaan Andilan Kebo pada 2025 menjadi momentum awal menghidupkan kembali tradisi tersebut di ruang publik.

“Kegiatan tahun lalu bersama Bang Doel menjadi titik awal kebangkitan Andilan Kebo. Tahun ini kami lanjutkan di Puskeswan Jakarta Timur pada 18 Maret 2026 sebagai bentuk konsistensi menjaga tradisi,” katanya.

Di sisi lain, tokoh Betawi sekaligus Ketua Umum Bamus Betawi 1982, Haji Oding, menekankan bahwa Andilan Kebo memiliki nilai sosial dan spiritual yang kuat.

Menurutnya, tradisi ini menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kepedulian antarwarga menjelang Lebaran.

“Andilan ini mengajarkan kita untuk berbagi, menjaga kebersamaan, dan memperkuat persaudaraan. Nilai-nilai ini harus diwariskan kepada generasi muda,” ujarnya.

Berdasarkan pengamatan, kegiatan serupa tidak hanya digelar oleh MKB, tetapi juga dilakukan oleh sejumlah organisasi masyarakat Betawi lainnya.

Sejumlah ormas seperti NU Wilayah DKI Jakarta, Forum Betawi Rempug (FBR), unsur Majelis Ulama Indonesia (MUI), hingga masyarakat di berbagai wilayah Jakarta turut menggelar Andilan Kebo sebagai bentuk pelestarian tradisi.

Fenomena ini menunjukkan Andilan Kebo telah berkembang menjadi gerakan budaya kolektif yang hidup di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat nilai gotong royong, kebersamaan, dan toleransi khas Betawi.

Melalui kegiatan ini, MKB berharap tradisi Andilan Kebo terus lestari dan semakin mengakar sebagai simbol harmoni sosial di Jakarta.

Bang Marullah Matali, menyampaikan apresiasi atas kembali dihidupkannya tradisi andilan kebo di tengah masyarakat Betawi.

“Alhamdulillah, tradisi andilan kebo yang diinisiasi kembali untuk pertama kalinya oleh Pemprov DKI & MKB pada tahun 2025, sebagai upaya menghidupkan kembali tradisi yang hampir dilupakan di tanah Betawi, kini mulai diikuti oleh sejumlah organisasi lainnya,” ujar Marullah.

Ia menambahkan, berdasarkan pengamatan terakhir, tradisi tersebut berpotensi turut dilaksanakan oleh organisasi seperti Nahdlatul Ulama Jakarta, Majelis Ulama Indonesia, serta Forum Betawi Rempug.

“Semoga pada tahun-tahun mendatang semakin banyak organisasi dan berbagai pihak yang menyelenggarakan tradisi andilan kebo ini. Selain untuk menghidupkan kembali nilai-nilai tradisi yang baik, juga dapat membantu meringankan beban masyarakat,” tutupnya.(red)

240
Previous Post

Mandodol Tradisi Masyarakat Asal Tapsel Menjelang Idhul Fitri

Next Post

Tapsel Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat! Bupati Gus Irawan Pasaribu Semangatkan Pemulihan Pascabencana dalam Buka Puasa Bersama

W D

W D

Next Post
Tapsel Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat! Bupati Gus Irawan Pasaribu Semangatkan Pemulihan Pascabencana dalam Buka Puasa Bersama

Tapsel Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat! Bupati Gus Irawan Pasaribu Semangatkan Pemulihan Pascabencana dalam Buka Puasa Bersama

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Ucapan Selamat

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.