Korannusantara.id, Lahat – Anggota MPR RI Fraksi Gerindra dari daerah pemilihan Sumatera Selatan II, Ir. Sri Meliyana melaksanakan sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Aula Utama Hotel Cendrawasih Lahat, pada Rabu (11/03/2026) bersama para Konstituen, Masyarakat Lintas Generasi serta Organisasi Kepemudaan Kab. Lahat.
Dalam kesempatan ini, Ia kembali mengajak para peserta sosialisasi untuk memperkuat persatuan nasional guna menjaga stabilitas dalam negeri dalam menghadapi gejolak dan eskalasi konflik perang global yang sedang terjadi di kawasan timur tengah.
“Telah kita ketahui bersama, saat ini eskalasi konflik perang di kawasan timur tengah semakin meningkat, dan membuat distabilitas global, tidak terkecuali Indonesia, yang juga harus siap dengan semua konsekuensi yang terjadi” ujar Meli sapaan akrabnya.
Ia menambahkan, kita harus memperkuat persatuan dan kesatuan nasional dalam menghadapi berbagai macam kemungkinan yang akan terjadi. “Situasi yang tidak menentu akibat konflik yang berkepanjangan, harus disikapi dengan memperkuat semangat kolektif kebangsaan, seraya berharap konflik perang yang terjadi akan segera usai” ungkapnya.
Hal demikian tentu selaras dengan momentum waktu yang tidak lama lagi umat muslim dunia akan merayak hari raya idul fitri pun di Indonesia, dimana dalam zonasi waktu tersebut merupakan moment yang tepat untuk meneguhkan sekaligus mempererat ikatan emosional kebangsaan kita, selaras dengan falsafah dan nilai dasar yang ada di dalam 4 pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Tidak lama lagi kita akan merayakan idul fitri, tentu ini merupakan momentum yang tepat bagi kita semua untuk kembali mempererat jalinan dan hubungan emosional kita sebagai anak bangsa, jangan mudah terpecah belah dan tergerus oleh isu yang hendak memecah belah ataupun yang menjurus kepada disintegrasi bangsa” tegas Meli.
Oleh karena nya menjadi penting dan relevan bagi kita semua untuk tetap membumikan nilai – nilai dasar yang ada di dalam 4 pilar kebangsaan.
“Sebab momentum distabilitas geopolitik global akibat konflik/perang dan suasana idul fitri yang akan kita rayakan dapat dijadikan batu uji dalam pengamalan nilai – nilai yang ada di dalam Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) guna memperkuat pondasi kebangsaan kita” tutupnya. (red)



