Jakarta — Majelis Kaum Betawi menggelar silaturahmi akbar masyarakat Betawi sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan serta menjaga keberlanjutan adat dan budaya Betawi di tengah dinamika kehidupan Jakarta.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Museum MH Thamrin, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (15/2/2026).
Silaturahmi ini dihadiri tokoh adat, ulama, tokoh masyarakat, serta pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Kehadiran lintas unsur tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dalam menjaga identitas Betawi sebagai bagian penting dari sejarah dan karakter ibu kota.
Ketua Bamus Betawi 1982, H. Zainuddin atau H. Oding, menyampaikan bahwa Majelis Kaum Betawi dibentuk melalui kesepakatan bersama seluruh elemen masyarakat Betawi yang menginginkan adanya satu wadah adat yang kuat dan representatif.
Menurutnya, gagasan tersebut mulai dirintis sejak 2022 melalui dialog antar tokoh Betawi lintas organisasi, ulama, dan cendekiawan.
Kesepakatan pembentukan lembaga adat tersebut kemudian diformalkan pada Desember 2022 dan dilanjutkan dengan pra-kongres serta kongres kaum Betawi pada 2023.
Dari proses tersebut, Majelis Kaum Betawi ditetapkan sebagai lembaga adat yang diharapkan mampu menjaga marwah, harkat, dan martabat Betawi di Tanah Jakarta.
Dalam tausiyah menjelang Ramadan, KH. Muhyidin Ishaq mengingatkan pentingnya menjaga etika sosial, khususnya dalam bertutur kata dan bermedia digital.
Ia menekankan agar masyarakat tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta menjadikan Ramadan sebagai momentum perbaikan akhlak dan perilaku.
Ketua panitia pelaksana, Syarif Hidayatullah, mengatakan silaturahmi akbar ini merupakan bagian dari mata rantai perjalanan panjang persatuan kaum Betawi.
Meski disiapkan dalam waktu terbatas, kegiatan tersebut dinilai memiliki makna strategis bagi penguatan solidaritas sosial masyarakat Betawi.
Sementara itu, Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi, Fauzi Bowo, menegaskan bahwa persatuan menjadi kekuatan utama masyarakat Betawi dalam menjaga keharmonisan sosial di Jakarta.
Ia menilai konsistensi terhadap kesepakatan bersama merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan peran Betawi di masa depan.
Silaturahmi ini juga berdekatan dengan peringatan hari lahir pahlawan nasional Betawi, Mohammad Husni Thamrin, yang dipandang sebagai simbol perjuangan dan keteladanan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat dan keadilan sosial.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan komitmen pemerintah provinsi untuk terus mendukung pelestarian budaya Betawi.
Ia menegaskan bahwa penguatan budaya lokal, pembinaan sanggar seni, pendidikan muatan lokal, serta pengembangan UMKM Betawi menjadi bagian dari agenda pembangunan Jakarta yang berkelanjutan.



