Korannusantara.id, CIBITUNG —Respon Cepat DPRD, Jalan Rusak Parah di Simpang Kalimalan Kondisi kerusakan jalan di Kabupaten Bekasi kian memprihatinkan. Sejumlah ruas yang menjadi kewenangan pemerintah daerah kini berubah bak “jebakan” bagi para pengguna jalan. Salah satu titik terparah berada di Simpang Kalimalang menuju kawasan industri MM2100, tepatnya di Jl. Inspeksi Kalimalang – Jl. Kawasan Industri MM2100, di samping PT. YKK Zipco Indonesia.
Di lokasi tersebut, lubang menganga dengan kedalaman sekitar 60 sentimeter tampak jelas di tengah badan jalan. Aspal yang terkelupas membentuk gundukan tajam, menciptakan ancaman serius bagi pengendara motor, mobil, hingga pejalan kaki yang melintas setiap hari.
Setiap kendaraan yang mencoba menghindar harus memperlambat laju secara mendadak. Tidak sedikit pengendara terlihat oleng saat melewati titik tersebut, terutama ketika hujan turun dan lubang tertutup genangan air. Situasi ini menghadirkan kecemasan sekaligus kesedihan bagi para pekerja yang menggantungkan aktivitas harian mereka pada akses jalan itu.
Leni (32), seorang pengendara sepeda motor yang bekerja di Kawasan EJIP Cikarang Selatan, mengaku hampir menjadi korban akibat kerusakan jalan tersebut.
“Setiap hari saya lewati jalan ini. Saya pernah hampir jatuh dan tersungkur. Curah hujan dan kendaraan besar membuat kondisi jalan semakin berlubang dan parah,” ungkapnya dengan nada khawatir.
Ia menuturkan bahwa kerusakan tidak hanya terjadi di satu titik. Sepanjang Jalan Kalimalang hingga mendekati pintu masuk kawasan industri, kondisi jalan didominasi kerusakan sedang hingga berat.
“Saya berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi maupun pihak pengelola kawasan segera memperbaiki jalan yang kami lewati ini. Jalan ini adalah akses utama kami untuk bekerja,” tambahnya.
Keluhan serupa disampaikan Zaki (28), pekerja di kawasan industri MM2100. Menurutnya, kerusakan jalan kerap memicu kemacetan panjang, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.
“Semoga segera diperbaiki. Karena kondisi rusak seperti ini bikin macet, dan kami jadi sering terlambat masuk kerja,” katanya.
Zaki menjelaskan, kemacetan kerap terjadi dari Kalimalang hingga pintu masuk MM2100, tepatnya di depan Maspion. Antrean kendaraan yang mengular bukan hanya menguras waktu, tetapi juga tenaga para pekerja yang sudah harus berjuang sejak perjalanan.
Dirinya berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah nyata sebelum kerusakan memakan korban.
“Kami hanya ingin jalan yang mulus agar bisa berangkat kerja tepat waktu. Kalau akses lancar, ekonomi juga bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Budi Muhammad Mustafa, menunjukkan respon cepat. Saat dikonfirmasi awak media terkait kondisi infrastruktur yang dikeluhkan warga, ia menyampaikan komitmennya untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut.
“Nanti kita follow up,” tulis Budi dalam pesan singkat kepada awak media.
Pernyataan singkat itu menjadi harapan baru bagi para pengguna jalan yang setiap hari dihantui rasa cemas saat melintas. Masyarakat kini menunggu langkah nyata agar kerusakan tidak semakin parah dan menimbulkan korban.
Kerusakan jalan ini menjadi potret getir infrastruktur yang belum sepenuhnya berpihak pada keselamatan masyarakat. Di tengah padatnya aktivitas kawasan industri, para pengendara hanya bisa berharap ada perhatian cepat dari pemerintah—sebelum lubang-lubang itu berubah menjadi duka bagi keluarga yang menunggu di rumah.



