Korannusantara.id, Kota Bekasi — Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan Achmad Purwantono, mengungkapkan bahwa arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 telah mencapai 85 persen dari total proyeksi pergerakan kendaraan.
Rivan menyebutkan, hingga Kamis (2/1/2026), sebanyak 2,4 juta kendaraan tercatat telah keluar dari Jakarta melalui seluruh ruas tol yang dikelola Jasa Marga dan kelompok usahanya, dari total prediksi 2,9 juta kendaraan.
“Pergerakan kendaraan keluar Jakarta masih didominasi ke arah timur dengan porsi sekitar 47 persen, dan mayoritas merupakan perjalanan jarak jauh menuju Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur,” ujar Rivan dalam keterangan resminya di Command Center Tollroad Jasa Marga Jatiasih Jum’at, (2/01/2026).
Berdasarkan klasifikasi kendaraan, golongan I mendominasi arus lalu lintas dengan persentase 28,8 persen, disusul golongan II sebesar 23,7 persen. Secara keseluruhan, volume kendaraan keluar Jakarta mengalami peningkatan 3,1 persen dibandingkan realisasi sebelumnya dan naik 1,7 persen dibandingkan periode Nataru tahun lalu.
Rivan juga mencatat, kepadatan lalu lintas tertinggi terjadi pada 20 dan 24 Desember 2025, dengan puncak arus keluar terjadi pada 24 Desember, di mana lebih dari 200 ribu kendaraan meninggalkan Jakarta dalam satu hari.
Sementara itu, arus kendaraan yang kembali masuk ke Jakarta telah mencapai sekitar 2,3 juta kendaraan dari total proyeksi 2,8 juta kendaraan. Arus balik didominasi dari arah timur sebesar 44 persen, disusul dari arah barat sebesar 30 persen.
“Dari arah timur, mayoritas kendaraan berasal dari wilayah Jawa Barat sebesar 53 persen, sehingga masih ada sekitar 46 persen kendaraan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur yang belum kembali ke Jakarta,” jelas Rivan.
Berdasarkan proyeksi Jasa Marga, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 4 Januari 2026 dengan potensi volume lalu lintas mencapai 196 ribu kendaraan. Namun, puncak tersebut berpeluang bergeser ke 3 Januari, tergantung dinamika lalu lintas di lapangan.
Untuk mengantisipasi kepadatan, Jasa Marga mengimbau masyarakat agar mempertimbangkan pulang lebih awal, yakni pada 2 atau 3 Januari 2026, guna menghindari kepadatan ekstrem. “Pada 4 Januari, volume kendaraan dipastikan lebih padat dibandingkan hari normal,” ujarnya.
Dalam pengelolaan lalu lintas, Jasa Marga bersama Polri dan Korlantas Polri terus melakukan pengaturan dan rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan contraflow dan one way, yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Di kesempatan yang sama, Komjen Prof. Dr. Pol. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa seluruh kebijakan pengamanan dan pengaturan lalu lintas dilakukan berdasarkan analisis data lapangan yang akurat, bukan bersifat spekulatif.
“Kami berbicara berdasarkan data. Setiap keputusan operasional diambil secara terukur, mulai dari tahap awal hingga evaluasi pelaksanaannya,” tegas Dedi.
Berdasarkan hasil Operasi Nataru, angka kecelakaan lalu lintas turun sekitar 6,3 persen, sementara fatalitas kecelakaan berhasil ditekan hingga 28,3 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Menurut Dedi, keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara Polri, PT Jasa Marga, Kementerian Perhubungan, serta seluruh pemangku kepentingan. Seluruh pergerakan kendaraan, kondisi cuaca, dan situasi lalu lintas dimonitor secara real-time melalui sistem terintegrasi.
Ia menambahkan, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam analisis data lalu lintas menjadi kunci efektivitas pengambilan keputusan, terutama dalam penerapan rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way.
“Kami memastikan seluruh sarana dan prasarana tetap siaga hingga akhir masa libur. Harapannya, Operasi Nataru dapat berjalan aman, tertib, dan lancar hingga selesai,” pungkasnya.



