Korannusantara.id, Jakarta – Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho melakukan survei jalur lalu lintas di wilayah Bali sebagai bagian dari persiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Survei dilakukan bersama Menteri Perhubungan dengan menyeberang dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk, dilanjutkan peninjauan jalur darat hingga kawasan perkotaan di Bali.
Kakorlantas menyampaikan, hasil peninjauan menunjukkan kesiapan jajaran, serta seluruh stakeholder terkait dalam menyambut pelaksanaan Operasi Lilin Nataru. Pengelolaan lalu lintas akan difokuskan pada jalan tol, jalan arteri, pelabuhan penyeberangan, tempat ibadah, serta jalur menuju kawasan wisata yang menjadi prioritas utama di Bali.
“Jalur-jalur menuju destinasi wisata harus dikelola dengan baik. Skenario rekayasa lalu lintas sudah dipersiapkan, termasuk antisipasi lonjakan arus kendaraan,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui Operasi Lilin Natal dan Tahun Baru, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk keselamatan berlalu lintas, dapat terjaga dengan baik selama masa libur akhir tahun.
Dalam pengamanan Nataru, Operasi Lilin dibagi ke dalam empat klaster utama, yakni pengelolaan jalan tol dan jalur alternatif, pengamanan pelabuhan penyeberangan seperti Ketapang–Gilimanuk dan pelabuhan lainnya, pengamanan tempat ibadah serta objek wisata, hingga kesiapan pengamanan malam pergantian tahun.
Kakorlantas menjelaskan, berbagai skenario cara bertindak telah disiapkan, mulai dari pengalihan arus, contra flow, hingga penerapan sistem one way apabila terjadi lonjakan arus kendaraan. Selain itu, emergency plan juga disiapkan untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem seperti banjir, longsor, atau gelombang tinggi yang dapat mengganggu operasional penyeberangan.
“Jika terjadi kondisi darurat, langkah-langkah penanganan sudah disiapkan, termasuk penyediaan buffer zone dan rest area bagi kendaraan yang tertahan,” jelasnya.
Berdasarkan proyeksi, volume kendaraan selama libur Nataru diperkirakan meningkat sekitar 7 hingga 10 persen dibandingkan hari normal dan tahun sebelumnya, baik kendaraan barang maupun penumpang. Kepadatan diprediksi mulai terjadi sebelum 20 Desember, dengan puncak arus signifikan pada 24 Desember serta menjelang pergantian tahun.
“peningkatan arus sekitar 10 persen yang harus dikelola dengan baik, Kepadatan diperkirakan mulai terjadi beberapa hari sebelum pelaksanaan operasi. Operasi pengamanan sendiri berlangsung pada 20 Desember hingga 2 Januari. Namun, sebelum tanggal 20 Desember diprediksi sudah muncul puncak arus awal.”ujarnya”
Kakorlantas menegaskan, meskipun dihadapkan pada potensi cuaca buruk, seluruh personel siap menjalankan tugas. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder akan terus diperkuat demi menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan berlalu lintas, termasuk bagi wisatawan asing, agar Bali tetap menjadi destinasi wisata unggulan sekaligus menjadi contoh tertib berlalu lintas bagi daerah lain di Indonesia.
(red)



