JAKARTA — Majelis Kaum Betawi (MKB) di bawah kepemimpinan Dr. Ing. H. Fauzi Bowo menggelar silaturahmi dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Senin (15/12/2025). Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung Museum MH Thamrin, Jakarta Pusat, pasca pelaksanaan Kongres Istimewa MKB.
Dalam pertemuan itu, MKB menegaskan kembali posisi budaya Betawi sebagai budaya utama di Daerah Khusus Jakarta seiring berlakunya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017. Undang-undang tersebut dinilai menjadi landasan hukum yang kuat dalam memperkuat identitas, peran, serta kedudukan masyarakat adat Betawi dalam kehidupan sosial, budaya, hingga pemerintahan daerah.
Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan dukungan penuh terhadap pandangan Dr. Ing. H. Fauzi Bowo yang akrab disapa Bang Foke, terkait penetapan Majelis Kaum Betawi sebagai organisasi tertinggi kaum Betawi. MKB diposisikan sebagai lembaga adat sekaligus representasi resmi masyarakat Betawi.
“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendukung penguatan peran MKB sebagai mitra strategis dalam pelestarian dan pengembangan budaya Betawi,” demikian disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Gubernur juga menugaskan Bang Foke untuk mengatur, menata, dan mengonsolidasikan MKB agar berjalan sesuai nilai-nilai adat, kearifan lokal, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Lebih lanjut ditegaskan bahwa kedudukan Majelis Kaum Betawi sejajar dengan Pemerintah Daerah sebagai mitra strategis dalam menjaga budaya Betawi sekaligus mengawal kepentingan masyarakat adat Betawi di Jakarta.
Terkait aspek komunikasi dan simbol kelembagaan adat, penyebutan nama Gubernur dalam konteks adat Betawi akan ditentukan oleh Bang Foke sebagai bagian dari kewenangan internal Majelis Kaum Betawi.
Silaturahmi ini sekaligus menjadi penegasan komitmen bersama antara MKB dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat budaya Betawi sebagai jati diri Jakarta serta memperjelas kedudukan MKB sebagai lembaga adat tertinggi kaum Betawi.



