Korannusantara.id, Lahat – Anggota MPR RI Fraksi Gerindra Asal Daerah Pemilihan Sumatera Selatan II, Ir. Sri Meliyana, melaksanakan sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Aula Utama Hotel Cendrawasih, Lahat pada Senin (15/12/2025).
Dalam pergelaran sosialisasi tersebut, Ir. Sri Meliyana menyoroti duka akibat bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, baik itu di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, termasuk juga di beberapa Kab/Kota yang ada di Sumatera Selatan.
Ia secara haru menggambarkan bagaimana banyaknya saudara-saudara kita yang ada di wilayah terdampak bencana banjir yang harus kehilangan semuanya dalam sekali waktu.
“Tentu, keprihatinan mendalam untuk saudara-saudara kita yang saat ini sedang terkena musibah bencana banjir di beberapa wilayah Indonesia. Karenanya doa, dukungan dan empati harus kita sampaikan kepada mereka yang saat ini sedang berada dalam keadaan duka akibat bencana” ujar Meli sapaan akrabnya.
“Bencana tentu mengakibatkan kehilangan, menyisahkan ruang hampa dan trauma, serta memunculkan penderitaan yang mengubur mimpi dalam semalam. Karenanya selain fokus pada upaya recovery/perbaikan dan penanggulangan pasca bencana, kita juga harus introspeksi sebab musabab mengapa bencana dahsyat ini dapat terjadi, selain tentu karena faktor alam, namun faktor non alam (karena manusia) juga harus kita renungkan untuk menjadi koreksi kita bersama” sambungnya.
Kemudian, selaras daripada itu, dalam pergelaran sosialisasi ini, ia juga menekankan untuk memperkuat rasa solidaritas, persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sehingga dengan demikian, akan muncul rasa kolektivitas dan semangat kebersamaan serta saling memiliki antar sesama anak bangsa, khususnya terhadap saudara – saudara kita yang saat ini sedang mengalami musibah bencana.
“Penting untuk mengedepankan rasa persatuan sebagai salah satu essensi nilai dalam pilar kebangsaan, agar kita tidak saja memiliki rasa empati dan keprihatinan dengan saudara kita yang saat ini sedang terkena musibah/bencana, namun lebih daripada itu kita harus mempunyai rasa memiliki, solidaritas sesama anak bangsa dan sebagai bagian keluarga dari rumah besar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)” pungkasnya.
“Sekali lagi mari kita renungkan dan koreksi, serta menjaga sikap (perilaku) kita terhadap alam, jangan lagi ada yang menukar hutan lindung di pegunungan, dengan kebun yg dibangun atas nama perusahaan, jangan lagi ada yang menebang pohon yang menjaga tanah, atas nama kebutuhan ataupun jangan lagi ada yang mematikan hutan, pohon dan satwa, atas nama penghidupan. Mari kita rawat dan jaga alam serta lingkungan, doa yang tulus untuk saudara – saudara kita yang saat ini terkena musibah/bencana” tutupnya.
(red)



