• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
Advertisement
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Opini

Ijazah Ditutupi, Demokrasi Dikhianati

Redaksi by Redaksi
16 September 2025
in Opini, Nasional
0
Ijazah Ditutupi, Demokrasi Dikhianati

Ket : Ketua KPU Mochammad Afifuddin ( Foto Istimewa )

0
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id – Jakarta, Ketua Masyarakat Konstitusi Indonesia, Muhammad Joni, menilai keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menetapkan ijazah calon presiden dan calon wakil presiden sebagai informasi publik yang dikecualikan merupakan bentuk pengkhianatan terhadap konstitusi.

KPU melalui Keputusan Nomor 731 Tahun 2025 menyatakan dokumen ijazah capres-cawapres tidak dapat diakses publik. Menurut Joni, keputusan itu tidak sekadar administratif, tetapi mengandung cacat hukum dan moral.

“Keputusan KPU itu salah bentuk, salah isi. Secara hukum, ia berupa beschikking, padahal muatannya regeling. Itu penyelundupan norma, cacat sejak lahir,” tegas Joni dalam keterangan tertulis, Senin (16/9).

Ia menjelaskan, KPU telah melampaui kewenangan dengan mengatur hal yang menjadi domain Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Seharusnya, menurut Joni, kebijakan itu dituangkan melalui Peraturan KPU (PKPU) sebagai bentuk regeling, bukan sekadar keputusan.

Selain itu, Joni menegaskan bahwa ijazah capres-cawapres yang telah dilegalisasi dan diserahkan ke KPU tidak lagi berstatus dokumen privat. Dokumen tersebut sudah masuk ke dalam sistem administrasi publik sehingga wajib terbuka demi transparansi.

“Dalih KPU soal perlindungan data pribadi rapuh. Justru dengan menutup ijazah, KPU membuka ruang fitnah dan meruntuhkan kepercayaan rakyat. Padahal trust adalah aset demokrasi,” katanya.

Joni mengingatkan, Pasal 28F UUD 1945 menjamin hak rakyat atas keterbukaan informasi. Bahkan, ajaran agama melarang menyembunyikan kesaksian. Menurutnya, menutup akses ijazah capres-cawapres adalah cacat hukum sekaligus cela moral.

Karena itu, ia mendesak KPU tidak hanya mencabut keputusan tersebut, tetapi juga memberikan penjelasan menyeluruh serta bertanggung jawab di hadapan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

“Jika tidak, rakyat akan mencatat KPU bukan sebagai pengawal demokrasi, melainkan penyelundup kegelapan. Ijazah bukan sekadar kertas, ia simbol kejujuran. Demokrasi hanya tumbuh sehat dalam keterbukaan,” tutup Joni

 

( Red )

460
Tags: Capres CawapresDKPPIjazahKPUMochammad Afifuddin
Previous Post

Menhan Sjafrie Tegaskan Pasukan TNI Terus Jaga Gedung DPR RI

Next Post

KAMMI Wilayah Jabar dan KAMMI Se-Indonesia Tegas Tolak Upaya Pembegalan Organisasi, Desak Kemenkumham Batalkan SK

Redaksi

Redaksi

Satu Klik Rubah Dunia

Next Post
KAMMI Wilayah Jabar dan KAMMI Se-Indonesia Tegas Tolak Upaya Pembegalan Organisasi, Desak Kemenkumham Batalkan SK

KAMMI Wilayah Jabar dan KAMMI Se-Indonesia Tegas Tolak Upaya Pembegalan Organisasi, Desak Kemenkumham Batalkan SK

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Ucapan Selamat

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.